Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Jumat waktu setempat atau Sabtu WIB. Pelemahan dipimpin oleh saham-saham teknologi yang memperpanjang penurunan tajam di tengah kembali munculnya kekhawatiran investor terhadap potensi investasi berlebihan dalam kecerdasan buatan (AI).
Mengutip Xinhua, Sabtu (13/12/2025), indeks Dow Jones Industrial Average turun 245,96 poin atau 0,51 persen ke level 48.458,05. Indeks S&P 500 melemah 73,59 poin atau 1,07 persen menjadi 6.827,41. Sementara itu, Indeks Komposit Nasdaq mencatat penurunan terdalam dengan anjlok 398,69 poin atau 1,69 persen ke posisi 23.195,17.
Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah. Sektor teknologi dan energi memimpin pelemahan masing-masing sebesar 2,87 persen dan 0,93 persen. Adapun sektor barang konsumsi pokok dan perawatan kesehatan menjadi penopang pasar dengan kenaikan masing-masing 0,93 persen dan 0,3 persen.
Di sektor teknologi, saham produsen chip AS Broadcom anjlok 11,43 persen meskipun perusahaan melaporkan pendapatan kuartal keempat fiskal yang melampaui ekspektasi. Investor menyoroti rencana belanja modal Broadcom yang meningkat tajam dan mempertanyakan profitabilitas jangka pendek dari investasi terkait AI. Saham-saham teknologi lain seperti Nvidia, AMD, Palantir Technologies, dan Micron Technology juga mencatatkan kerugian.
Di sisi lain, saham Lululemon Athletica menjadi salah satu titik terang di pasar setelah melonjak 9,6 persen. Penguatan terjadi usai perusahaan fesyen tersebut mengumumkan bahwa CEO Calvin McDonald akan mengundurkan diri pada akhir Januari 2026.
Pelemahan pasar saham juga dipengaruhi kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun naik mendekati 4,2 persen dari 4,15 persen pada penutupan perdagangan Kamis, sehingga menambah tekanan pada saham-saham yang sensitif terhadap pertumbuhan.
Meski saham teknologi berkapitalisasi besar melemah secara mingguan, saham berkapitalisasi kecil justru menunjukkan kinerja lebih baik. Indeks Russell 2000 naik hampir 2 persen sepanjang pekan ini dan mencatatkan beberapa rekor tertinggi baru.
Analis BTIG menilai penguatan saham berkapitalisasi kecil tersebut dipicu ekspektasi bahwa biaya pinjaman yang lebih rendah setelah pemangkasan suku bunga The Fed akan menguntungkan perusahaan-perusahaan kecil yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.
Dikutip dari metrotvnews.com
