Sambut Mudik Lebaran, Pemerintah Kebut Perbaikan Jalan Tol dan Nasional

Sambut Mudik Lebaran, Pemerintah Kebut Perbaikan Jalan Tol dan Nasional

Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia menargetkan kesiapan jalan tol menghadapi mudik Lebaran 1447 Hijriah dalam kondisi terjaga dan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk menuntaskan seluruh titik kerusakan paling lambat H-10 Lebaran atau 10 Maret 2026.

“Seluruh BUJT telah kami instruksikan untuk menuntaskan penanganan seluruh titik kerusakan, baik berupa lubang maupun kerusakan perkerasan minor,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Tiga Instruksi Utama untuk BUJT

Dalam rangka kesiapan jalan tol mudik Lebaran 2026, pemerintah menetapkan beberapa langkah utama:

  1. Perbaikan perkerasan jalan tol hingga kondisi zero pothole maksimal 10 Maret 2026.
  2. Penanganan menerus seperti patching modul, SFO, atau rekonstruksi untuk kerusakan berdekatan atau memanjang demi kenyamanan pengguna.
  3. Penambahan tim pemeliharaan, perambuan, dan sweeper guna memastikan keamanan serta kelancaran lalu lintas.

Progres Perbaikan di Koridor Utama

Bersama Badan Pengatur Jalan Tol dan Ditjen Bina Marga, Kementerian PU telah melakukan monitoring di koridor utama jalur Lebaran Merak–Surabaya. Berikut progres perbaikan:

  • Koridor Jakarta Raya (JORR, JIUT, Jagorawi): 91,30%
  • Koridor Merak–Jakarta: 88,78%
  • Koridor Cikampek–Dawuan: 49,64%
  • Koridor Cipali–Semarang: 75,71%
  • Koridor Semarang–Gempol: 93,45%

Seluruh tindak lanjut perbaikan ditargetkan rampung 100 persen pada 10 Maret 2026.

Penghentian Konstruksi Sementara

Pekerjaan konstruksi pada badan jalan yang berpotensi mengganggu lalu lintas akan dihentikan sementara selama periode arus mudik dan balik, yakni 11 Maret hingga 1 April 2026.

Pengecualian hanya berlaku untuk pekerjaan pemeliharaan minor, darurat, atau terkait keselamatan.

Penguatan Fasilitas dan Mitigasi

Selain perbaikan fisik jalan, BUJT juga diminta memastikan kesiapan marka, rambu, penerangan jalan umum, guardrail, drainase, serta layanan rest area dalam kondisi optimal.

Mitigasi titik rawan genangan dan kepadatan lalu lintas juga disiapkan dengan dukungan personel dan peralatan tambahan.

“Dengan langkah-langkah tersebut, kami memastikan jalan tol siap mendukung arus mudik yang aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat,” kata Diana.

Dikutip dari metrotvnews.com