Sentimen Pasar Tekan Dolar AS, Nilai Tukar Melemah di Perdagangan Terbaru

Sentimen Pasar Tekan Dolar AS, Nilai Tukar Melemah di Perdagangan Terbaru

Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Selasa, 16 Desember 2025, seiring pelaku pasar mencermati rilis beragam data ekonomi Amerika Serikat. Investor masih menunggu petunjuk lebih lanjut terkait arah kebijakan suku bunga Federal Reserve di masa mendatang.

Mengutip Investing.com, Rabu, 17 Desember 2025, harga emas spot naik tipis 0,1 persen menjadi USD4.309,57 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka untuk pengiriman Februari juga menguat 0,1 persen ke level USD4.340,50 per ons.

Pergerakan stabil ini terjadi setelah harga logam mulia mencatatkan lonjakan signifikan sepanjang pekan lalu, dipicu oleh pemangkasan suku bunga dan sinyal kebijakan yang cenderung dovish dari Federal Reserve. Selain itu, kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi Tiongkok serta isu likuiditas di Amerika Serikat turut mendorong permintaan aset safe haven.

Di sisi lain, harga perak spot terkoreksi tipis 0,1 persen menjadi USD63,510 per ons, setelah mencetak sejumlah rekor tertinggi dalam sepekan terakhir.

Di antara logam mulia lainnya, platinum mencatatkan penguatan signifikan. Harga platinum spot melonjak lebih dari dua persen ke level tertinggi dalam lebih dari 14 tahun di USD1.860,10 per ons. Sementara itu, harga tembaga berjangka acuan di London Metal Exchange melemah 0,4 persen ke level USD11.634 per ton.

Dari sisi makroekonomi, data pasar tenaga kerja AS menunjukkan hasil yang beragam. Ekonomi AS menambah 64 ribu lapangan kerja non-pertanian pada November, melampaui ekspektasi 50 ribu. Namun, tingkat pengangguran justru naik menjadi 4,6 persen, lebih tinggi dari proyeksi ekonom sebesar 4,5 persen. Data ini sempat tertunda akibat penutupan pemerintah federal AS yang berkepanjangan.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk November yang dijadwalkan pada Kamis, dan akan menjadi indikator penting dalam menentukan langkah kebijakan The Fed selanjutnya.

Kekuatan pasar tenaga kerja dan inflasi tetap menjadi dua faktor utama dalam pertimbangan kebijakan moneter Federal Reserve. Penurunan suku bunga AS cenderung meningkatkan daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas dan perak. Sepanjang 2025, kedua logam tersebut telah mencatatkan kinerja impresif seiring penurunan suku bunga dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Sementara itu, analis ANZ memproyeksikan harga emas berpeluang menembus USD5.000 per ons pada 2026. Proyeksi tersebut didasarkan pada meningkatnya permintaan aset safe haven akibat kekhawatiran terhadap kesehatan fiskal negara-negara maju, risiko geopolitik, serta ketidakpastian kebijakan moneter global.

“Kasus bullish untuk emas dan perak tetap kuat pada paruh pertama 2026. Pelonggaran kebijakan moneter, kekhawatiran fiskal, risiko geopolitik, serta menurunnya kepercayaan terhadap aset AS terus mendukung investasi pada aset riil,” tulis analis ANZ.

Meski demikian, ANZ memperkirakan laju kenaikan harga emas pada 2026 akan lebih moderat dibandingkan reli luar biasa sepanjang 2025, dengan potensi kenaikan di kisaran 12 hingga 15 persen.

Dikutip dari metrotvnews.com