Harga minyak dunia masih mencatatkan pelemahan tipis pada perdagangan Selasa waktu setempat atau Rabu WIB (11 Februari 2026), di tengah berlanjutnya gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Mengutip Yahoo Finance, harga minyak mentah Brent berjangka sebagai acuan internasional tercatat stabil di level USD69,03 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka yang menjadi patokan pasar domestik Amerika Serikat turun 0,2 persen ke posisi USD64,21 per barel.
Pergerakan ini terjadi setelah harga minyak sempat melonjak lebih dari satu persen pada perdagangan Senin. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Administrasi Maritim Departemen Transportasi AS sebelumnya menyarankan kapal komersial berbendera AS untuk menjaga jarak sejauh mungkin dari perairan teritorial Iran. Selain itu, otoritas AS secara lisan menolak izin bagi pasukan Iran untuk naik ke kapal jika diminta.
Sekitar seperlima konsumsi minyak global melewati Selat Hormuz yang berada di antara Oman dan Iran. Oleh karena itu, setiap eskalasi ketegangan di kawasan tersebut dinilai berisiko signifikan terhadap kelancaran pasokan energi global.
Analis IG Tony Sycamore menyebutkan bahwa meskipun pembicaraan di Oman menghasilkan nada yang hati-hati namun cenderung positif, ketidakpastian terkait potensi eskalasi konflik, pengetatan sanksi, maupun gangguan pasokan di Selat Hormuz masih menjaga premi risiko pada level moderat.
Menurutnya, meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran serta panduan maritim baru dari AS mendorong pelaku pasar untuk menilai kembali risiko geopolitik yang memanas, sehingga berpotensi menopang harga minyak di tengah volatilitas pasar global.
Dikutip dari metrotvnews.com
