Pelatih Liverpool Arne Slot mengakui bahwa para pemainnya bertahan terlalu dalam saat Fulham mencetak gol penyama kedudukan pada laga Liga Inggris yang berakhir imbang 2-2 di Craven Cottage, Senin.
Liverpool sempat unggul di masa tambahan waktu melalui gol Cody Gakpo pada menit ke-90+5. Namun keunggulan tersebut hanya bertahan singkat setelah Fulham menyamakan kedudukan dua menit berselang lewat sepakan jarak jauh Harrison Reed.
Slot menilai gol tersebut berawal dari situasi lemparan ke dalam yang membuat pemain Liverpool terlalu banyak berada di dalam kotak penalti sendiri. Kondisi itu memberi ruang bagi Reed untuk melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung kiper Alisson Becker.
“Itu benar, tetapi musim ini kami memang cukup sering kebobolan dari situasi lemparan ke dalam dan bola mati. Kami punya penyusunan tertentu dan para pemain menjalankannya. Jika lemparan jauh masuk ke kotak, saya rasa area kotak penalti sudah tertutup dengan baik,” ujar Slot dikutip dari laman resmi Liverpool.
Pelatih asal Belanda tersebut menilai gol Reed tetap harus diapresiasi karena kualitas tembakan yang dilepaskan. Ia menegaskan bahwa secara statistik peluang tersebut tergolong kecil.
“Namun Anda juga harus memberi kredit pada tembakan luar biasa itu. Seberapa besar peluang bola dari posisi seperti itu bisa masuk? Saya rasa sangat kecil. Secara xG, itu bukan peluang besar, tetapi tetap saja kami kebobolan,” lanjutnya.
Pada pertandingan tersebut, Fulham justru mampu unggul lebih dahulu melalui gol Harry Wilson pada menit ke-17, meski berada di bawah tekanan Liverpool. The Reds baru bisa menyamakan kedudukan lewat gol Florian Wirtz pada menit ke-57.
Slot mengakui bahwa kebobolan dari peluang pertama lawan menjadi pola yang kerap dialami Liverpool dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, ia juga menyoroti kebiasaan timnya yang kembali kebobolan di masa tambahan waktu.
“Sudah berbulan-bulan ini saya mengalami hal yang sama. Peluang pertama lawan, dan satu-satunya peluang mereka di babak pertama, langsung berbuah gol. Hal lain yang sering terjadi adalah lawan mencetak gol yang tidak kami duga pada masa tambahan waktu,” kata Slot.
Ia juga menyinggung keterbatasan opsi di lini depan Liverpool setelah Hugo Ekitike dan Aleksandar Isak harus menepi karena cedera. Kondisi tersebut membuat beban bermain Hugo meningkat signifikan.
“Sejak Alex tidak ada, Hugo harus bermain 80 atau 90 menit di setiap pertandingan. Ini pertama kalinya dalam hidupnya bermain di level Liga Inggris tanpa jeda musim dingin, juga pertama kali tampil di Liga Champions. Jadi tidak mengejutkan jika dia mengalami kelelahan dan DOMS,” ujar Slot.
Setelah hasil imbang melawan Fulham, Liverpool akan kembali bermain di London untuk menghadapi pemuncak klasemen Arsenal pada Jumat (9/1).
Dikutip dari antaranews.com
