Upaya Pemulihan Bencana Sumatra Diperkuat, Pemerintah Siapkan Dukungan Maksimal

Upaya Pemulihan Bencana Sumatra Diperkuat, Pemerintah Siapkan Dukungan Maksimal

Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam menangani bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Operasi evakuasi, pencarian, dan pemulihan dilakukan secara simultan dan terkoordinasi lintas lembaga. Setiap kementerian, aparat TNI-Polri, dan pemerintah daerah bekerja dalam satu sistem komando untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan fokus pada keselamatan warga.

Hasil Operasi SAR
Badan SAR Nasional (Basarnas) melaporkan bahwa hingga Kamis, 4 Desember pukul 12.00 WIB, sebanyak 3.227 jiwa telah dievakuasi di Provinsi Aceh, dengan 2.972 orang selamat. Korban meninggal tercatat 305 orang, sementara 254 lainnya masih dalam pencarian.

Di Sumatra Utara, 4.610 jiwa berhasil dievakuasi dengan 4.366 orang selamat. Korban meninggal sebanyak 244 orang dan 211 masih dicari. Sementara di Sumatra Barat, 29.658 jiwa berhasil dievakuasi, 29.424 orang selamat, dan 217 masih dalam pencarian, dengan korban meninggal mencapai 235 orang.

Pencarian Korban Hilang
Data Basarnas menunjukkan jumlah warga yang masih dalam pencarian di Aceh sebanyak 254 orang, tersebar di Pidie, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. Di Sumut, 211 orang masih dicari di Tapanuli Tengah, Humbahas, Deli Serdang, dan Tapanuli Selatan. Sedangkan di Sumbar, 217 orang belum ditemukan, terutama di Kabupaten Agam, Pasaman Barat, Tanah Datar, Solok Selatan, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, dan Padang Panjang.

Metode pencarian dilakukan melalui penyisiran area longsor dan penyelaman di wilayah terdampak.

Proses Pembersihan dan Perbaikan Infrastruktur
Penanganan bencana juga mencakup pembersihan permukiman dan fasilitas umum, normalisasi sungai dan drainase, serta penggunaan alat berat untuk mengatasi material longsor dan banjir. Proses perbaikan meliputi pembangunan hunian sementara, perbaikan jalan dan jembatan yang putus, serta pemulihan layanan dasar seperti intake PDAM dan irigasi.

Pejabat Tinggi Turun ke Lokasi Bencana
Musibah ini menarik perhatian pemerintah pusat. Sejumlah pejabat tinggi turun langsung ke lokasi, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menko PMK Pratikno, Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri, Panglima TNI, serta BNPB dan Basarnas pusat.

Presiden Prabowo menegaskan, “Negara hadir melindungi rakyat. Semua kekuatan dikerahkan untuk memastikan proses evakuasi, penyelamatan, dan pemulihan berjalan secepat mungkin.”

Dikutip dari metrotvnews.com