Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga sejumlah komoditas pangan strategis di tingkat pedagang eceran masih berada pada level tinggi. Salah satu komoditas yang mencuri perhatian adalah cabai rawit merah yang tercatat mencapai Rp73.050 per kilogram.
Berdasarkan data PIHPS yang dilansir dari Antara pada Kamis, 25 Desember 2025, selain cabai rawit merah, harga telur ayam ras juga tercatat berada di level Rp33.050 per kilogram.
Harga Bawang dan Beras di Tingkat Eceran
PIHPS juga mencatat harga bawang merah di tingkat pedagang eceran nasional berada di angka Rp52.300 per kilogram. Sementara itu, harga bawang putih tercatat Rp40.250 per kilogram.
Untuk komoditas beras, beras kualitas bawah I dibanderol Rp14.400 per kilogram dan beras kualitas bawah II Rp14.350 per kilogram. Adapun beras kualitas medium I berada di harga Rp15.900 per kilogram dan kualitas medium II Rp15.800 per kilogram.
Sementara itu, beras kualitas super I tercatat Rp17.100 per kilogram dan beras kualitas super II berada di harga Rp16.650 per kilogram.
Harga Cabai, Daging, dan Gula
Komoditas cabai lainnya juga menunjukkan harga yang relatif tinggi. Harga cabai merah besar tercatat Rp51.600 per kilogram, cabai merah keriting Rp54.950 per kilogram, serta cabai rawit hijau Rp62.300 per kilogram.
Harga daging ayam ras dibanderol Rp41.700 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi kualitas I tercatat Rp142.150 per kilogram dan daging sapi kualitas II berada di harga Rp134.400 per kilogram.
Untuk komoditas gula, gula pasir kualitas premium berada di level Rp19.800 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal tercatat Rp18.200 per kilogram.
Harga Minyak Goreng Masih Stabil
PIHPS juga mencatat harga minyak goreng di tingkat eceran nasional relatif stabil. Minyak goreng curah tercatat Rp18.850 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp22.500 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II berada di level Rp21.550 per liter.
Data PIHPS ini menjadi acuan penting bagi masyarakat dan pemerintah dalam memantau perkembangan harga pangan strategis serta menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar.
Dikutip dari metrotvnews.com
