Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), meski pasar mengalami gejolak intraday yang signifikan. Investor menavigasi ketidakpastian terkait penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,17 persen menjadi 49.590,2, S&P 500 bertambah 0,16 persen menjadi 6.977,27, dan Nasdaq Composite naik 0,26 persen menjadi 23.733,9, menurut laporan Xinhua, Selasa (13/1/2026). Pada sesi perdagangan, Dow sempat turun hampir 500 poin di titik terendahnya.
Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir positif. Sektor barang konsumsi pokok memimpin kenaikan dengan 1,42 persen, disusul sektor industri naik 0,75 persen. Sementara sektor keuangan dan energi tertinggal, masing-masing turun 0,8 persen dan 0,66 persen.
Sentimen pasar terguncang setelah Powell mengonfirmasi adanya penyelidikan oleh jaksa federal terkait proyek renovasi miliaran dolar kantor pusat Fed. Powell menilai langkah ini sebagai upaya Pemerintahan Trump untuk memengaruhi independensi Fed.
Faktor lain yang menekan sektor keuangan adalah usulan Presiden AS Donald Trump membatasi suku bunga kartu kredit hingga 10 persen selama satu tahun, memicu aksi jual saham perbankan. Saham Capital One turun 6,42 persen, diikuti Citigroup, JPMorgan, dan Bank of America.
Di sisi lain, raksasa ritel Walmart memimpin Dow Jones dengan kenaikan tiga persen, terdorong rencana masuk ke indeks Nasdaq 100 dan kemitraan strategis dengan Gemini AI milik Google untuk meningkatkan pengalaman belanja digital.
Investor kini menantikan rilis indeks harga konsumen AS untuk Desember 2025, menyusul data pasar tenaga kerja yang lebih dingin, yang memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini dalam pertemuan Januari mendatang.
Dikutip dari metrotvnews.com
