Harga Minyak Brent Melemah ke USD108 per Barel Pasca Rekor Tertinggi

Harga Minyak Brent Melemah ke USD108 per Barel Pasca Rekor Tertinggi

Harga minyak dunia berbalik melemah pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), setelah muncul kabar bahwa Iran mengajukan proposal perdamaian baru di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat.

Mengutip Investing.com, harga minyak Brent untuk kontrak Juli—yang menjadi acuan global—turun 1,8 persen ke level USD108,39 per barel. Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya kontrak Brent bulan Juni sempat melonjak hingga di atas USD126 per barel.

Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juni juga mengalami penurunan lebih dalam, yakni sebesar 2,8 persen menjadi USD102,14 per barel.

Sentimen Perdamaian Tekan Harga Minyak

Pelemahan harga minyak dipicu oleh laporan media pemerintah Iran yang menyebut Teheran telah menyampaikan proposal perdamaian kepada mediator Pakistan. Meskipun detail proposal belum diungkapkan, kabar ini memicu optimisme pasar terhadap kemungkinan meredanya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Namun, sentimen positif tersebut tidak bertahan lama setelah Presiden Donald Trump menyatakan keraguannya terhadap keseriusan Iran dalam mencapai kesepakatan damai.

Trump menyebut bahwa negosiasi masih berlangsung, tetapi belum ada kepastian terkait hasil akhir dari proses tersebut.

Gangguan Pasokan Masih Membayangi

Meski harga minyak mengalami koreksi, pasar energi global masih dibayangi oleh potensi gangguan pasokan. Kebuntuan hubungan antara AS dan Iran, termasuk isu blokade jalur distribusi energi, masih menjadi faktor risiko utama yang dapat memicu volatilitas harga minyak ke depan.

Laporan dari Wall Street Journal juga menyebutkan bahwa proposal terbaru Iran tidak lagi secara langsung menuntut penghentian blokade angkatan laut oleh AS, yang sebelumnya menjadi salah satu poin krusial dalam negosiasi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ada sinyal de-eskalasi, ketidakpastian geopolitik masih tinggi dan berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak global dalam jangka pendek.