Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tengah menyiapkan pemetaan redistribusi guru secara nasional guna mengatasi kekurangan formasi guru yang saat ini mencapai sekitar 498 ribu tenaga pendidik.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan langkah redistribusi dilakukan terlebih dahulu sebelum pemerintah membuka rekrutmen guru baru.
Menurut Nunuk, masih terdapat sejumlah sekolah yang mengalami kelebihan guru, sementara sekolah lain justru kekurangan tenaga pendidik.
Ia menjelaskan kebijakan redistribusi guru tersebut merupakan arahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk menata kembali pemerataan guru di berbagai daerah.
Karena itu, Kemendikdasmen saat ini fokus melakukan pemetaan distribusi guru agar kebutuhan tenaga pengajar di setiap sekolah dapat dihitung secara lebih akurat.
Setelah proses redistribusi selesai dilakukan, pemerintah baru akan menetapkan jumlah formasi guru yang dibutuhkan untuk rekrutmen selanjutnya.
Selain itu, Kemendikdasmen juga tengah menyiapkan skema seleksi bagi guru non-aparatur sipil negara (non-ASN) yang telah terdata dalam sistem Dapodik per 31 Desember 2024.
Nunuk menyebut terdapat sekitar 237.196 guru honorer yang telah masuk dalam data tersebut dan sedang disiapkan mekanisme seleksinya bersama kementerian serta lembaga terkait.
Ia menegaskan mekanisme seleksi hingga pengangkatan ASN bukan menjadi kewenangan Kemendikdasmen, melainkan berada di bawah kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Pemerintah saat ini masih terus menghitung kebutuhan guru nasional setelah proses redistribusi dilakukan agar penetapan formasi nantinya sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
