Aparatur Desa dan Kecamatan Dilibatkan dalam Penguatan Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban di Kecamatan Mojolaban

Aparatur Desa dan Kecamatan Dilibatkan dalam Penguatan Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban di Kecamatan Mojolaban

PT Jasa Raharja berkomitmen mengedukasi, menginspirasi, dan menggerakkan masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama di jalan raya. PT Jasa Raharja Cabang Sukoharjo melaksanakan Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi di Kecamatan Mojolaban, salah satu dari kecamatan dengan jumlah korban kecelakaan tertinggi berdasarkan domisili pada Selasa, 12 Mei 2026.  Sebanyak 70 aparatur kecamatan dan desa diberdayakan menjadi Agen Keselamatan Transportasi yang akan mengedukasi masyarakat dan menyusun program peningkatan keselamatan warga secara berkelanjutan. Ini adalah wujud kolaborasi Jasa Raharja, Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan masyarakat untuk menciptakan perubahan perilaku berlalu lintas yang lebih aman. Karena setiap langkah kecil dalam menjaga keselamatan adalah kontribusi besar bagi terwujudnya Indonesia yang lebih selamat

Mengusung tema “Keselamatan untuk Indonesia Maju” serta tagline “Mengedukasi, Menginspirasi, dan Menggerakkan Masyarakat untuk Keselamatan”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di jalan.

Kegiatan yang diselenggarakan berkolaborasi dengan Satlantas Polres Sukoharjo dan Dinas Perhubungan Kab Sukoharjo ini melibatkan perangkat kecamatan dan desa sebagai ujung tombak dalam menyampaikan pesan keselamatan kepada masyarakat. Melalui pendekatan berbasis domisili korban, Jasa Raharja berupaya mendorong peran aktif aparatur wilayah dalam mengidentifikasi potensi risiko serta melakukan langkah-langkah pencegahan di lingkungan masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kondisi kecelakaan lalu lintas, faktor penyebab dominan, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sukoharjo menyampaikan bahwa pendekatan berbasis domisili korban menjadi salah satu strategi efektif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.

“Melalui pemberdayaan aparatur kecamatan dan desa, kami berharap pesan keselamatan dapat tersampaikan secara lebih dekat dan tepat sasaran kepada masyarakat, sehingga mampu menumbuhkan budaya keselamatan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Program keselamatan transportasi berbasis domisili korban dinilai menjadi langkah strategis karena pendekatan yang dilakukan langsung menyasar wilayah asal korban kecelakaan lalu lintas. Dengan demikian, upaya pencegahan dapat dilakukan lebih tepat sasaran melalui keterlibatan perangkat wilayah yang memahami karakteristik masyarakat setempat.

Selain memberikan edukasi mengenai keselamatan berkendara, kegiatan tersebut juga menjadi sarana penguatan koordinasi antarinstansi dalam menciptakan lingkungan transportasi yang lebih aman dan tertib.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan diskusi dan penyampaian berbagai persoalan keselamatan transportasi yang kerap ditemui di lingkungan masyarakat. Aparatur desa dan kecamatan diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas secara berkelanjutan.