Presiden Prabowo Dorong Percepatan Transformasi BUMN dalam Pertemuan dengan Rosan

Presiden Prabowo Dorong Percepatan Transformasi BUMN dalam Pertemuan dengan Rosan

Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, ke kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta Selatan, untuk membahas percepatan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta penguatan sektor-sektor baru yang dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dalam keterangan yang disampaikan melalui akun resmi Sekretariat Kabinet, Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo meminta Danantara untuk terus mendorong lahirnya sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru. Salah satu fokus yang dibahas adalah penguatan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional, seperti event olahraga, konser musik, dan pengembangan industri kreatif.

Pemerintah menilai sektor-sektor tersebut memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, serta meningkatkan perputaran ekonomi nasional. Selain itu, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga dinilai mampu memberikan efek berganda terhadap berbagai industri pendukung, termasuk transportasi, perhotelan, kuliner, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam kesempatan yang sama, Rosan Roeslani juga melaporkan perkembangan program konsolidasi dan transformasi BUMN yang tengah dijalankan pemerintah melalui Danantara. Dari total sekitar 1.077 entitas BUMN yang ada saat ini, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan.

Proses tersebut akan terus dilanjutkan dengan target mencapai sekitar 300 entitas BUMN yang terkonsolidasi dalam waktu dekat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyederhanakan struktur BUMN agar lebih efektif, efisien, dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Menurut Teddy, konsolidasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta mengurangi berbagai beban biaya yang selama ini ditanggung negara.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mengelola aset-aset strategis nasional secara lebih optimal agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

Transformasi BUMN dan pengembangan sektor ekonomi baru diharapkan menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan investasi, serta menciptakan manfaat yang lebih luas bagi rakyat Indonesia.