Bitcoin mencatat penguatan terbatas pada perdagangan Senin waktu setempat di tengah membaiknya sentimen risiko global setelah muncul perkembangan positif dalam pembicaraan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip Investing.com, Selasa (23/6/2026), aset kripto terbesar di dunia tersebut naik 0,4 persen dan diperdagangkan pada level USD64.129,44. Penguatan juga ditopang oleh melambatnya arus keluar dana dari exchange traded fund (ETF) Bitcoin spot, meskipun tekanan dari kebijakan moneter ketat Federal Reserve (The Fed) masih membatasi potensi kenaikan lebih lanjut.
Pelaku pasar saat ini masih mencermati arah kebijakan The Fed yang dinilai semakin agresif setelah pembaruan proyeksi ekonomi yang dirilis pekan lalu. Ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih tinggi membuat biaya pinjaman diperkirakan bertahan pada level tinggi dalam waktu lebih lama.
Kondisi tersebut umumnya memberikan tekanan terhadap aset berisiko dan spekulatif, termasuk mata uang kripto. Selain itu, meningkatnya minat investor terhadap saham-saham yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI) turut mengurangi aliran dana yang masuk ke pasar kripto.
Di sisi lain, sentimen positif datang dari perkembangan diplomatik antara AS dan Iran. Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump menandatangani nota kesepahaman dengan Iran saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis.
Kesepakatan tersebut mencakup penghentian operasi militer di sejumlah wilayah konflik, termasuk Lebanon, serta pembukaan kembali Selat Hormuz selama 60 hari guna mendukung proses negosiasi damai lanjutan.
Meski sempat terjadi peningkatan ketegangan akibat bentrokan baru antara Israel dan Hizbullah di Lebanon, situasi kembali mereda setelah delegasi AS dan Iran menggelar pertemuan di Swiss dengan mediasi dari Qatar dan Pakistan.
Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan salah satu hasil penting dari pertemuan tersebut adalah penyusunan mekanisme untuk memastikan Selat Hormuz tetap terbuka, sehingga dapat menjaga stabilitas distribusi energi global.
Selain faktor geopolitik, investor juga masih memperhatikan perkembangan ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Selama enam pekan berturut-turut, ETF Bitcoin spot mencatat arus keluar dana dengan total mencapai sekitar USD5,94 miliar.
Meski demikian, laju arus keluar tersebut mulai menunjukkan perlambatan yang signifikan. Kemampuan Bitcoin bertahan di kisaran USD64.000 hingga USD65.000 dinilai menjadi indikasi bahwa permintaan di pasar spot masih cukup solid.
Sementara itu, pergerakan aset kripto utama lainnya cenderung bervariasi. Ethereum menguat 0,5 persen ke level USD1.727,35, sedangkan BNB naik 0,3 persen. Di sisi lain, XRP turun 0,7 persen, Solana melemah 1 persen, dan Cardano terkoreksi 0,8 persen.
Pada kelompok memecoin, Dogecoin turun 0,4 persen, sementara token $TRUMP melemah 1,4 persen.
Secara keseluruhan, pasar kripto masih bergerak dalam fase konsolidasi. Optimisme terkait perkembangan geopolitik global dan melambatnya arus keluar ETF memberikan dukungan terhadap harga Bitcoin, namun ekspektasi suku bunga tinggi dari The Fed tetap menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan aset digital tersebut.
