Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (4/8/2026). Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 09.53 WIB rupiah berada di level Rp18.025 per dolar AS, turun 28 poin atau 0,16 persen dibanding penutupan sebelumnya di Rp17.997 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp17.990 hingga Rp18.040 per dolar AS. Sentimen utama berasal dari perkembangan geopolitik Timur Tengah serta ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Investor juga menantikan sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, seperti JOLTS, ADP, klaim pengangguran, hingga laporan non-farm payrolls (NFP), yang diperkirakan memengaruhi pergerakan dolar AS dan pasar keuangan global.
Dari dalam negeri, aktivitas manufaktur Indonesia kembali memasuki zona ekspansi. Data S&P Global menunjukkan PMI Manufaktur Indonesia naik menjadi 50,2 pada Juli 2026 dari 46,9 pada Juni. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi bulanan sebesar 0,14 persen pada Juli 2026.
