PT Jasa Raharja berkomitmen mengedukasi, menginspirasi, dan menggerakkan masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama di jalan raya. PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sukoharjo melaksanakan Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi di Kecamatan Polokarto, salah satu dari kecamatan dengan jumlah korban kecelakaan tertinggi berdasarkan domisili pada Rabu 12 Agustus 2026. Sebanyak kurang lebih 70 aparatur kecamatan dan desa diberdayakan menjadi Agen Keselamatan Transportasi yang akan mengedukasi masyarakat dan menyusun program peningkatan keselamatan warga secara berkelanjutan. Ini adalah wujud kolaborasi Jasa Raharja, Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan masyarakat untuk menciptakan perubahan perilaku berlalu lintas yang lebih aman. Karena setiap langkah kecil dalam menjaga keselamatan adalah kontribusi besar bagi terwujudnya Indonesia yang lebih selamat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kolaboratif untuk mendorong pencegahan kecelakaan lalu lintas melalui pendekatan berbasis wilayah dan domisili korban. Aparatur kecamatan dan desa dipandang memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat sekaligus memahami karakteristik lingkungan, mobilitas warga, serta berbagai potensi risiko keselamatan di wilayahnya.
Melalui kegiatan ini, aparatur kecamatan dan desa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu berperan sebagai penggerak keselamatan lalu lintas di tengah masyarakat. Edukasi keselamatan dapat diteruskan melalui berbagai ruang interaksi masyarakat, sehingga pesan mengenai tertib berlalu lintas dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.
“Keselamatan lalu lintas membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dengan melibatkan aparatur kecamatan dan desa, edukasi keselamatan dapat dilakukan lebih dekat dan sesuai dengan karakteristik masyarakat di masing-masing wilayah,” ujarnya.
Selain edukasi mengenai keselamatan transportasi, kegiatan juga dirangkaikan dengan sosialisasi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi korban kecelakaan lalu lintas.
Materi PPGD diberikan untuk membekali peserta dengan pemahaman mengenai tindakan awal yang tepat ketika menghadapi korban kecelakaan. Pengetahuan tersebut menjadi penting mengingat masyarakat atau orang di sekitar lokasi kejadian sering kali menjadi pihak pertama yang memberikan pertolongan sebelum korban mendapatkan penanganan dari petugas medis.
Peserta diberikan pemahaman mengenai prinsip dasar pertolongan pertama, penilaian kondisi korban, tindakan yang perlu dilakukan maupun yang harus dihindari, serta pentingnya segera menghubungi layanan kegawatdaruratan agar korban memperoleh penanganan medis secara tepat.
Dalam kegiatan tersebut, Satlantas Polres Sukoharjo turut memberikan edukasi mengenai pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas sebagai bagian utama dari upaya pencegahan kecelakaan.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Sukoharjo turut memperkuat pemahaman peserta mengenai keselamatan transportasi dan pentingnya peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan.
Kolaborasi antara Jasa Raharja, kepolisian, pemerintah daerah, hingga aparatur kecamatan dan desa diharapkan mampu membangun rantai keselamatan yang semakin kuat. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan setelah kecelakaan terjadi, tetapi dimulai dari langkah preventif untuk mengidentifikasi risiko dan membangun kesadaran masyarakat sebelum kecelakaan terjadi.
Melalui pendekatan berbasis domisili korban, data kecelakaan diharapkan dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah edukasi dan intervensi keselamatan yang lebih tepat sasaran. Dengan demikian, setiap kejadian kecelakaan tidak berhenti sebagai data statistik, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Jasa Raharja bersama Satlantas Polres Sukoharjo dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sukoharjo juga mendorong aparatur desa di Kecamatan Polokarto untuk menjadi “agen keselamatan” yang aktif mengedukasi masyarakat di lingkungan masing-masing. Langkah tersebut sejalan dengan semangat “Mengedukasi, Menginspirasi, dan Menggerakkan Masyarakat untuk Keselamatan”, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan transportasi yang aman dan berkeselamatan.
