Bulog Pastikan Ketersediaan Beras NTT Tetap Terjaga di Tengah Penanganan Bencana

Bulog Pastikan Ketersediaan Beras NTT Tetap Terjaga di Tengah Penanganan Bencana

Perum Bulog memastikan ketersediaan stok beras di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk warga terdampak gempa bumi.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut stok beras yang tersimpan di seluruh gudang Bulog di NTT saat ini mencapai 24.134 ton.

“Kami laporkan, untuk stok beras per hari ini yang ada di 46 gudang di NTT secara keseluruhan mencapai 24.134 ton,” kata Rizal di Jakarta, Rabu, 2 September 2026.

Ketersediaan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penyaluran bantuan bencana sekaligus menjaga pasokan pangan bagi masyarakat di tujuh kabupaten dan kota terdampak gempa di NTT.

Bulog Tambah Pasokan Beras dari Sejumlah Wilayah

Untuk memperkuat cadangan pangan di NTT, Bulog juga mengirimkan tambahan pasokan beras melalui mekanisme pemindahan stok nasional atau movenas dari sejumlah wilayah.

Pasokan dari Kanwil Banten mencapai sekitar 3.000 ton dan telah diberangkatkan menggunakan kapal menuju NTT. Sementara itu, pengiriman dari Kanwil Jawa Timur mencapai 20.996 ton dengan progres pergerakan sekitar 98 persen.

Tambahan pasokan juga berasal dari Kanwil Sulawesi Selatan sebanyak sekitar 8.550 ton serta Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar 35.250 ton.

Sebanyak 5.424 ton beras dilaporkan telah tiba di pelabuhan bongkar muat dan segera didistribusikan ke gudang Bulog yang membutuhkan tambahan persediaan.

Bantuan Beras untuk Korban Gempa Terus Disalurkan

Hingga 1 September 2026, Bulog telah merealisasikan bantuan pangan bagi warga terdampak gempa di NTT sebanyak 1.321.550 kilogram beras melalui berbagai skema bantuan.

Penyaluran tersebut meliputi 881,98 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk penanggulangan bencana, 101,8 ton bantuan cadangan pangan pemerintah daerah, serta 472,98 ton program bantuan pangan beras.

Selain beras, Bulog juga telah menyalurkan minyak goreng sebanyak 7.000 liter atau seluruh alokasi yang tersedia.

Bantuan pangan tersebut disalurkan ke tujuh daerah terdampak gempa, yaitu Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Barat.

Distribusi bantuan dilakukan bersama TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, aparat desa, serta kementerian dan lembaga terkait agar bantuan dapat menjangkau masyarakat secara merata.

46 Gudang Bulog Siap Dukung Ketersediaan Pangan

Bulog memiliki 46 gudang di wilayah NTT dengan kapasitas penyimpanan sekitar 50.400 ton. Seluruh persediaan pangan terus dipantau melalui posko pengendalian Bulog di tingkat pusat dan daerah.

Penyaluran bantuan dan penguatan stok dilakukan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi selama masa penanganan dan pemulihan pascagempa.

Tingginya aktivitas gempa susulan di wilayah terdampak membuat kebutuhan bantuan pangan menjadi perhatian pemerintah. Hingga 1 September 2026, gempa susulan di NTT tercatat mencapai 10.836 kali.