Harga Emas Tertekan oleh Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Harga Emas Tertekan oleh Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Harga emas turun pada perdagangan Selasa (8/9/2026) di tengah kenaikan harga minyak dan meningkatnya ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve. Pelemahan dolar AS yang biasanya mendukung harga emas belum mampu menahan tekanan tersebut.

Mengutip Investing, harga emas spot turun 0,7 persen menjadi USD4.375,66 per ons, sedangkan emas berjangka melemah 1,3 persen menjadi USD4.419,64 per ons. Kedua kontrak tersebut juga mencatat penurunan pada sesi sebelumnya.

Tekanan terhadap emas datang dari kenaikan harga minyak akibat eskalasi konflik AS-Iran. Harga Brent naik 0,1 persen menjadi USD97,13 per barel setelah sempat menyentuh USD99,45 per barel. Kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan melalui Selat Hormuz dan risiko inflasi global.

Dari Amerika Serikat, pasar juga mencermati prospek kebijakan The Fed setelah data ketenagakerjaan Agustus menunjukkan penambahan 162 ribu lapangan kerja nonpertanian, jauh di atas perkiraan 55 ribu. Tingkat pengangguran bertahan di 4,1 persen.

Kondisi pasar tenaga kerja yang kuat serta inflasi yang masih tinggi meningkatkan perhatian terhadap kemungkinan perubahan kebijakan moneter The Fed. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil.

Pelaku pasar kini menunggu data PPI dan CPI Amerika Serikat untuk Agustus yang masing-masing dijadwalkan terbit Kamis dan Jumat. Data tersebut akan menjadi pertimbangan penting menjelang keputusan FOMC pada 16 September. Di sisi lain, pembelian emas oleh People’s Bank of China pada Agustus mencapai level bulanan tertinggi sejak 2023.