Pemerintah menyiapkan anggaran Rp12 triliun untuk memperbanyak beasiswa kursus bagi calon pekerja migran di luar negeri, yang berasal dari lulusan SMA maupun SMK.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyampaikan, beasiswa kursus itu disiapkan bagi lulusan SMA-SMK yang akan bekerja di luar negeri di bidang las (welder), pengasuh atau pemberi perhatian (caregiver), hospitality serta pelatihan bahasan bagi pasar luar negeri.
“Para lulusan SMA dan SMK yang mau ke luar negeri dipersiapkan beasiswa kursus. Insyaallah akan disiapkan Rp12 triliun untuk pelatihan dan peningkatan mutu bahasa para calon-calon tenaga kerja yang bekerja dengan pasar luar negeri,” terang pria yang akrab disapa Cak Imin itu usai rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Beasiswa itu, terang Cak Imin, akan mulai disalurkan akhir 2025 dengan jumlah tertentu semaksimal mungkin. Pemerintah juga membuka peluang untuk menyalurkan beasiswa itu dalam jumlah yang lebih besar lagi pada Januari 2026.
Terdapat beberapa arahan Presiden Prabowo Subianto kepada di antaranya Menko PM Cak Imin terkait dengan penanggulangan kemiskinan secara lebih produktif. Selain beasiswa untuk calon pekerja migran, pemerintah akan menetapkan seluruh fasilitas yang dimiliki pemerintah agar digunakan untuk para pelaku UMKM.
“Salah satunya juga menerapkan PP No.7/2021 bahwa semua fasilitas publik, bandara, stasiun, dan terminal rest area harus 30% digunakan untuk UMKM tumbuh,” terang pria yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Selain itu, pemerintah akan menjalankan Pasar 1001 Malam. Konsep arahan itu yakni fasilitas milik negara yang idle dan memiliki posisi strategis akan diserahkan ke UMKM untuk dikelola. Tujuannya untuk membantu UMKM memiliki pemasaran yang efektif.
Selanjutnya, pemerintah akan menyediakan tanah untuk petani dari kelompok masyarakat miskin desil 1 dan 2. Pemerintah akan membantu petani dari kelompok desil 1 dan 2 memiliki alat produksi dengan membagikan tanah. Kemudian, Presiden juga memerintahkan pembatasan impor barang bekas, serta realisasi program-program prioritas di antaranya Sekolah Rakyat. Dikutip dari bisnis.com
