Upaya Pencarian 7 Korban Longsor di Cilacap Kembali Dilanjutkan

Upaya Pencarian 7 Korban Longsor di Cilacap Kembali Dilanjutkan

paya pencarian korban yang diduga tertimbun longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kembali dilanjutkan pada Selasa (18/11/2025). Tiga jenazah berhasil ditemukan sehari sebelumnya di sektor pencarian worksite A2.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa hingga Senin (17/11) pukul 18.00 WIB, masih ada tujuh orang yang belum ditemukan.

“Pencarian dilanjutkan kembali hari ini. Operasi dimulai pukul 05.30 WIB dengan lima metode pencarian,” ujar Abdul.

Lima Metode Pencarian Diterapkan

Abdul menjelaskan bahwa pencarian hari keenam dilakukan melalui kombinasi metode darat dan udara, meliputi:

  1. Penerbangan drone untuk deteksi dini kondisi permukaan dan potensi bahaya.
  2. Penggunaan anjing pelacak untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah timbunan tanah.
  3. Penurunan alat berat di titik-titik yang diduga terdapat korban.
  4. Penggunaan peralatan ekstrikasi, baik modern maupun manual.
  5. Penggunaan alkon untuk membantu proses pembersihan material longsor.

Fokus pencarian diarahkan pada worksite A1, B1, dan B2, yang menjadi area dengan potensi korban tertimbun paling tinggi.


BNPB Optimistis Korban Hilang akan Ditemukan

Kepala BNPB Suharyanto menyatakan bahwa pihaknya yakin seluruh korban yang masih hilang akan ditemukan. Dukungan operasi udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dilakukan untuk mengurangi curah hujan dan mempercepat penanganan.

Mulai 18 November, BNPB menambah satu armada OMC sehingga total ada dua pesawat yang ditugaskan untuk mitigasi cuaca di wilayah terdampak, mencakup Cilacap dan Banjarnegara.

“Kita harus memastikan tujuh korban itu bisa ditemukan semua. Itu target,” tegas Suharyanto.

Ia memastikan bahwa tim SAR gabungan tidak akan menghentikan pencarian sampai seluruh korban berhasil ditemukan.

“Setiap langkah dilakukan dengan sepenuh hati demi kepastian bagi keluarga yang menunggu,” tambahnya.


Dampak Longsor Cibeunying

Longsor terjadi pada Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 19.00 WIB, menimbun permukiman di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut. Dampak kerusakan meliputi:

  • 12 rumah rusak
  • 16 rumah terancam
  • Area terdampak mencapai 6,5 hektare
  • Terjadi penurunan tanah 2 meter
  • Retakan tanah sepanjang 25 meter
  • Material longsor menimbun puluhan rumah warga

Dikutip dari metrotvnews.com