Kebakaran di Hong Kong Tewaskan 55 Orang, Penyebab Masih Diselidiki

Kebakaran di Hong Kong Tewaskan 55 Orang, Penyebab Masih Diselidiki

Kebakaran hebat melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Distrik Tai Po, Hong Kong, pada Rabu, 26 November 2025. Insiden ini menjadi salah satu kebakaran paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di kota tersebut. Api dengan cepat menjalar di gedung bertingkat dan memicu operasi pemadaman berskala besar dengan status lima alarm, yang melibatkan puluhan unit mobil pemadam dan ambulans.

Hingga Kamis sore, otoritas setempat melaporkan setidaknya 55 orang meninggal dunia, sementara proses evakuasi masih berlangsung di antara kepulan asap pekat serta bangunan yang diselimuti perancah bambu untuk proyek perbaikan.


Apa Penyebab Kebakaran Wang Fuk Court?

Hingga kini, penyebab pasti awal munculnya api belum diumumkan secara resmi. Namun, sejumlah temuan dan analisis pihak berwenang mengerucut pada satu faktor utama: perancah bambu dan jaring konstruksi yang melapisi seluruh fasad gedung.

1. Perancah Bambu Mempercepat Penyebaran Api secara Vertikal

Polisi Hong Kong menduga kuat bahwa struktur perancah bambu menjadi faktor utama cepatnya api menyebar ke berbagai unit hunian. Saat kebakaran terjadi, seluruh permukaan gedung tengah dibungkus rangka bambu yang mudah terbakar, membuat api merambat cepat:

  • Menyebar secara vertikal seperti “tangga api”
  • Melompati beberapa lantai sekaligus
  • Menjalar ke blok hunian lainnya

Perancah bambu masih lazim digunakan di Hong Kong karena biaya murah dan fleksibilitasnya, tetapi kini dikritik karena risiko kebakaran yang tinggi.

2. Jaring Konstruksi Tidak Sesuai Standar Keselamatan

Laporan dari South China Morning Post (SCMP) menyebutkan bahwa jaring penutup perancah tidak memenuhi standar keamanan kebakaran. Akibatnya, bahan tersebut ikut memicu meluasnya kobaran api.

3. Papan Styrofoam Sangat Mudah Terbakar

Di area lift, ditemukan pemasangan papan Styrofoam yang mudah terbakar di bagian jendela. Material ini menjadi sumber bahan bakar tambahan yang mempercepat penyebaran api di dalam gedung.


Analisis Pakar: Perancah Jadi “Jalur Api”

Anwar Orabi, dosen Teknik Keselamatan Api di University of Queensland, menjelaskan bahwa desain perancah di Wang Fuk Court membuat struktur tersebut menjadi jalur ideal bagi api untuk merayap naik ke berbagai lantai.

Menurutnya, panas ekstrem dari kobaran api mampu:

  • Memecahkan kaca jendela
  • Masuk melalui celah jendela yang terbuka
  • Memicu kebakaran multilevel
  • Menyebar melalui radiasi panas serta bara yang diterbangkan angin

Hasilnya, tujuh menara apartemen ikut terdampak dalam waktu singkat.


Pemerintah Hong Kong Tahan Tiga Pihak dan Janjikan Inspeksi Menyeluruh

Dua direktur dan satu konsultan teknik dari perusahaan konstruksi yang menangani proyek perbaikan telah ditahan polisi. Mereka diduga terkait penggunaan material yang tidak sesuai standar keselamatan.

Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee Ka-chiu, menyatakan akan melakukan:

  • Inspeksi besar-besaran terhadap seluruh hunian yang sedang menjalani renovasi
  • Audit struktur perancah, khususnya yang masih menggunakan material bambu
  • Pemeriksaan ulang kelayakan material bangunan yang dipakai dalam proyek konstruksi

Pemerintah sebelumnya telah mengumumkan rencana mengurangi penggunaan rangka bambu dan beralih ke kerangka baja tahan api. Hal ini dipicu oleh kecelakaan kerja yang telah menewaskan sedikitnya 23 orang sejak 2018.

Dikutip dari metrotvnews.com