Pasar Kanjengan Semarang Dilanda Kebakaran, Ratusan Kios Ludes

Pasar Kanjengan Semarang Dilanda Kebakaran, Ratusan Kios Ludes

Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan pada Rabu malam, 29 April 2026, menghanguskan ratusan kios, lapak, dan ruko di pusat Kota Semarang. Kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp2,5 miliar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sih Rianung, menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dan 60 personel untuk menjinakkan api yang mulai berkobar sekitar pukul 23.00 WIB.

Api berhasil dipadamkan, namun hingga Kamis pagi, kepulan asap masih terlihat di sejumlah titik. Petugas pemadam kebakaran tetap berjaga untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Di lokasi kejadian, para pedagang tampak berkerumun menyaksikan sisa kebakaran. Sebagian di antaranya mencoba mencari barang yang masih bisa diselamatkan dari puing-puing bangunan yang hangus.

Proses pemadaman sempat mengalami kendala, terutama terkait keterbatasan suplai air. Beberapa hidran dilaporkan tidak berfungsi akibat tidak adanya pasokan listrik karena panel listrik telah dicopot. Akibatnya, petugas hanya mengandalkan suplai air dari PDAM dan BPBD Kota Semarang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan kerugian. Berdasarkan data sementara, lebih dari 200 kios dan lapak serta sekitar 20 ruko terbakar dalam insiden tersebut.

Perhitungan kerugian saat ini masih mencakup bangunan yang terbakar dan belum termasuk nilai barang dagangan milik pedagang. Oleh karena itu, total kerugian diperkirakan masih akan bertambah.

Pihak kepolisian melalui Kepala Polrestabes Semarang, Heri Wahyudi, menyatakan penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Tim gabungan telah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi, termasuk melibatkan tim laboratorium forensik Polda Jawa Tengah.

Salah satu saksi, Anton, yang merupakan pedagang setempat, mengaku melihat api pertama kali muncul dari tumpukan peti dan keranjang di area kios buah. Api kemudian dengan cepat merambat ke kios lainnya.

Para pedagang sempat berupaya memadamkan api secara manual menggunakan air seadanya, namun kobaran api tidak dapat dikendalikan hingga akhirnya meluas ke area pasar.

Saat ini, pemerintah daerah memprioritaskan penanganan dampak pascakebakaran, termasuk nasib para pedagang yang kehilangan tempat usaha akibat peristiwa tersebut.