Generasi Z (Gen Z), yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, memiliki preferensi liburan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka tidak hanya mencari relaksasi, tetapi juga menuntut pengalaman yang imersif, autentik, terhubung secara digital, dan layak dibagikan di media sosial.
Studi yang diterbitkan dalam Jurnal Pariwisata Global (2021) menekankan bahwa Gen Z memprioritaskan Experiential Travel, yakni perjalanan yang berfokus pada kegiatan aktif, pembelajaran budaya, dan self-discovery.
Destinasi yang diminati Gen Z umumnya menawarkan kombinasi petualangan, aksesibilitas, dan peluang kolaborasi daring, antara lain:
- Pusat Kreativitas Perkotaan (Urban Creative Hubs): Kota-kota dengan perpaduan budaya pop, seni jalanan, dan kafe unik menjadi magnet wisatawan muda. Contohnya, Seoul dan Tokyo menawarkan budaya K-Pop, fashion street, serta teknologi futuristik. Di Indonesia, kawasan kreatif di Bandung dan Yogyakarta dengan coffee shop tematik dan co-working space menjadi favorit Gen Z.
- Destinasi Ekowisata dan Glamping: Gen Z cenderung memilih penginapan ramah lingkungan di area terpencil, seperti glamping atau staycation di Bali Utara dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Koneksi Wi-Fi yang stabil tetap menjadi kebutuhan utama agar momen liburan dapat dibagikan secara daring.
- Wisata Voluntourism dan Belajar Budaya: Program konservasi, kursus memasak tradisional, atau kegiatan sosial memberikan nilai tambah. Contoh populer adalah konservasi di Raja Ampat atau kursus memasak di Ubud, yang memungkinkan wisatawan muda memberi dampak positif sekaligus memperluas wawasan.
Untuk memastikan pengalaman liburan sesuai dengan preferensi Gen Z, beberapa strategi disarankan:
- Prioritaskan Koneksi Digital: Akses internet cepat dan stabil sangat penting untuk pemetaan, komunikasi, dan berbagi konten.
- Fokus pada Pengalaman: Anggaran lebih banyak dialokasikan untuk aktivitas seperti workshop, tur kuliner autentik, atau trekking daripada pembelian suvenir.
- Transportasi Fleksibel: Penyewaan skuter listrik, ride-sharing, atau transportasi berbasis aplikasi memudahkan mobilitas.
- Hemat dan Smart Booking: Gen Z membandingkan harga, memanfaatkan diskon pelajar atau paket grup, dan memilih opsi sharing economy untuk efisiensi biaya.
- Kemasan Ringkas dan Fungsional: Packing multifungsi dan praktis mendukung mobilitas tinggi selama perjalanan.
Dengan menggabungkan teknologi dan pengalaman yang mendalam, liburan bagi Gen Z tidak sekadar rekreasi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan personal branding mereka di dunia digital.
Dikutip dari RRI.co.id
