Pemerintah Kota Bandung mengantisipasi lonjakan signifikan volume sampah selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, terutama pada puncak perayaan malam Tahun Baru. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung memprediksi volume sampah harian dapat mencapai 1.800 ton per hari, jauh di atas rata-rata volume normal.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto, mengatakan peningkatan volume sampah saat Nataru merupakan tren tahunan yang dipicu oleh tingginya mobilitas warga serta membludaknya wisatawan ke Kota Bandung.
“Detail sampah di Nataru, terutama di Tahun Baru, nanti diperkirakan akan ada kenaikan. Paling tinggi volumenya bisa mencapai 1.800 ton per hari,” kata Darto di Bandung, Senin (29/12).
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, DLH Kota Bandung memastikan seluruh sistem pengelolaan dan pengangkutan sampah telah disiapkan agar berjalan optimal. Kapasitas pengangkutan dan pengolahan sampah juga ditingkatkan selama periode libur panjang.
“Pengangkutan aman, kemudian pengolahan juga naik. Saat ini kita sudah mampu mengolah sekitar 325 ton sampah per hari,” ujar Darto.
Selain penguatan armada dan petugas kebersihan, DLH juga memfokuskan pengawasan pada sejumlah ruas jalan yang diprediksi menjadi pusat keramaian. Tercatat ada 17 ruas jalan prioritas yang menjadi perhatian utama, terutama di kawasan utara Kota Bandung seperti Jalan Setiabudi, Sukajadi, Dago, dan Pasteur beserta jalur penghubungnya.
Pengawasan juga diperketat di pusat kota, meliputi Jalan RE Martadinata, Jalan Merdeka, kawasan Braga, Asia Afrika, Suniaraja, hingga area sekitar Stasiun Bandung.
“Itu ruas-ruas jalan yang kita perhatikan betul karena biasanya menjadi tempat berkumpulnya wisatawan,” ujar Darto.
Menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat selama libur Nataru, DLH Kota Bandung mengimbau warga dan wisatawan untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat diminta membuang sampah pada tempatnya serta mengurangi penggunaan barang sekali pakai selama beraktivitas di ruang publik.
“Kami berharap kolaborasi antara petugas kebersihan dan kesadaran masyarakat dapat menjaga kenyamanan dan kebersihan Kota Bandung selama momen Nataru,” tandas Darto.
Dikutip dari metrotvnews.com
