Jelang Tahun Baru, Pendakian Gunung Merapi Tetap Ditutup karena Status Siaga

Jelang Tahun Baru, Pendakian Gunung Merapi Tetap Ditutup karena Status Siaga

Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menegaskan bahwa aktivitas pendakian ke puncak Gunung Merapi masih dilarang, termasuk menjelang perayaan malam tahun baru. Larangan tersebut diberlakukan karena status Gunung Merapi hingga kini masih berada pada level III atau siaga.

Kepala Balai TNGM Muhammad Wahyudi mengatakan masyarakat diminta untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku demi keselamatan bersama. Ia menegaskan bahwa pendakian Gunung Merapi belum diperbolehkan dalam kondisi apapun.

Larangan pendakian Gunung Merapi sebelumnya kerap dilanggar oleh sejumlah pendaki. Kasus terbaru terjadi pada Desember 2025, ketika tiga pendaki sempat dilaporkan hilang. Dua di antaranya, Panji Rizkyawan (20) dan Aldo Okta Wijaya (22), dilaporkan hilang pada 20 Desember 2025.

Dalam proses pencarian, Panji Rizkyawan berhasil ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami luka ringan pada telapak kaki dan kondisi fisik yang lemas. Sementara itu, Aldo Okta Wijaya ditemukan meninggal dunia pada 24 Desember 2025.

“Kami tegaskan pendakian di Gunung Merapi belum diperbolehkan karena masih ditutup,” ujar Wahyudi.

Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Masih Tinggi
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tergolong tinggi. Hal tersebut ditandai dengan masih sering terjadinya guguran awan panas dan lava pijar.

Pada pekan lalu, BPPTKG mencatat Gunung Merapi mengalami enam kali kejadian awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter ke arah barat daya, meliputi hulu Kali Boyong, Bebeng, dan Sat/Putih.

Selain itu, guguran lava juga teramati sebanyak empat kali ke hulu Kali Boyong sejauh maksimum 1.800 meter, 92 kali ke hulu Kali Krasak sejauh 1.900 meter, 15 kali ke hulu Kali Bebeng sejauh 1.700 meter, serta 46 kali ke hulu Kali Sat/Putih sejauh 2.000 meter.

Volume Kubah Lava dan Ancaman Lahar Hujan
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menjelaskan bahwa berdasarkan hasil analisis foto udara pada 13 Desember 2025, volume Kubah Barat Daya tercatat sebesar 4.171.800 meter kubik, sedangkan volume Kubah Tengah mencapai 2.368.800 meter kubik.

BPPTKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi lahar hujan, mengingat intensitas hujan masih kerap terjadi di kawasan puncak Gunung Merapi. Warga di lereng gunung diimbau tidak beraktivitas di sekitar aliran sungai saat hujan turun.

Saat ini, Gunung Merapi masih berstatus siaga atau level III. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak di sektor Sungai Boyong, tujuh kilometer di sektor Kali Bedog, Krasak, dan Bebeng, tiga kilometer di Sungai Woro, serta lima kilometer di Kali Gendol.

Dikutip dari metrotvnews.com