Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, khususnya media sosial, dapat menimbulkan bahaya apabila tidak disikapi secara bijak. Prabowo menyoroti maraknya siniar (podcast) dan ruang diskusi publik yang dipenuhi komentar dari pihak-pihak yang mengklaim diri sebagai pakar tanpa dasar keilmuan yang jelas.
Menurut Prabowo, fenomena tersebut kerap melahirkan opini-opini spekulatif yang tidak bertanggung jawab dan justru memicu kegaduhan di tengah masyarakat. “Dengan banyak podcast-podcast, banyak pakar itu bicara asal bicara,” ujar Prabowo dalam sambutannya pada acara Perayaan Natal Nasional di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Ia juga menyinggung sejumlah pihak yang merasa paling memahami isi pikirannya, bahkan seolah lebih mengetahui dirinya dibandingkan dirinya sendiri. Prabowo menyampaikan hal itu dengan nada kritis sekaligus reflektif.
“Jadi saya lihat ada pakar-pakar yang selalu mengerti pikiran Prabowo Subianto. Jadi kadang-kadang, kalau saya mau cek kira-kira apa yang dipikirkan Prabowo Subianto, saya cari podcast,” kata Prabowo.
Selain itu, Presiden menyoroti berbagai narasi yang berkembang di ruang publik yang kerap menggambarkan seolah dirinya terlibat konflik internal maupun perselisihan politik. Prabowo menegaskan bahwa narasi tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
“Ngarang itu dia. ‘Prabowo sedang konflik internal dengan ini, nanti dengan itu’. Senangnya ramai, gaduh, padahal nggak ada saudara-saudara,” tegas Prabowo.
Prabowo menilai, kebebasan berekspresi di era digital harus diimbangi dengan tanggung jawab, kedewasaan, dan penggunaan nalar kritis agar ruang publik tidak dipenuhi informasi menyesatkan yang dapat merusak kepercayaan dan persatuan bangsa.
Dikutup dari metrotvnewws.com
