Harga minyak dunia rebound pada Kamis, 8 Januari 2026, setelah sebelumnya turun selama dua sesi berturut‑turut. Kenaikan ini didorong oleh penurunan persediaan minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik di pasar energi global.
Data pemerintah AS menunjukkan persediaan minyak mentah turun sekitar 3,8 juta barel dalam pekan yang berakhir 2 Januari, jauh lebih besar dari ekspektasi pasar atas penurunan 1,2 juta barel, yang memberikan dorongan teknikal bagi pelaku pasar untuk kembali masuk ke kontrak minyak.
Pergerakan Harga Minyak
Harga minyak mentah Brent pada perdagangan Kamis tercatat naik sekitar 0,4 persen, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga menguat sekitar 0,39 persen dibandingkan hari sebelumnya setelah dua hari tekanan harga.
Faktor Geopolitik dan Ketidakpastian Pasokan
Pasar minyak tetap sensitif terhadap dinamika geopolitik, terutama perkembangan di Venezuela. Ketidakpastian seputar pasokan minyak dari negara tersebut, termasuk rencana kebijakan dan kontrol yang dilaporkan oleh pemerintah AS terhadap ekspor Venezuela, turut memicu premi risiko di pasar energi global.
Meskipun langkah tersebut mencerminkan ketegangan geopolitik yang dapat mendukung harga minyak, kekhawatiran mengenai pasokan global yang berlimpah pada 2026 tetap membatasi potensi kenaikan lebih besar.
Dikutip dari metrotvnews.com
