etret Hambalang: Gerindra Klarifikasi Peran Prabowo sebagai Ketum Parpol

etret Hambalang: Gerindra Klarifikasi Peran Prabowo sebagai Ketum Parpol

Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi menjelaskan maksud Presiden RI Prabowo Subianto yang sempat “mengabsen” para ketua umum partai politik dalam agenda retret di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1). Prasetyo menegaskan, pernyataan tersebut hanya bersifat kelakar dan tidak memiliki makna politis tertentu.

Prasetyo, yang juga menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara, mengatakan candaan tersebut disampaikan dalam suasana santai dan dimaksudkan sebagai pencair suasana dalam forum pertemuan.

“Itu kan biasalah, suasana dalam sebuah pertemuan pasti ada titik-titik tertentu untuk me-refresh atau menginisiasi ulang, bisa disebut ice breaking. Intinya kita kompak, kita solid,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (8/1).

Bantah terkait isu koalisi permanen

Prasetyo membantah anggapan bahwa guyonan Presiden Prabowo tersebut berkaitan dengan isu koalisi permanen yang belakangan ramai dibicarakan di ruang publik. Ia menegaskan, koalisi pemerintahan saat ini tidak hanya terdiri dari partai-partai yang memiliki kursi di parlemen.

“Kan di situ juga tidak sekadar bicara partai-partai yang ada di parlemen. Termasuk yang tidak punya kursi di parlemen juga bagian dari koalisi,” ujarnya.

Ia menambahkan, suasana kebersamaan dan kekompakan justru menjadi pesan utama yang ingin disampaikan Presiden dalam forum tersebut.

Kelakar Prabowo saat retret Hambalang

Diketahui, pada pembukaan retret di Hambalang, Presiden Prabowo Subianto sempat mengabsen para ketua umum partai politik yang tergabung dalam kabinet pemerintahannya. Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan soliditas koalisi pemerintah.

“Tapi di sini koalisi kita kuat ya? Ketua-ketua partai semua ada di sini ya? Ada?” ujar Prabowo yang disambut respons peserta retret.

Selain itu, Prabowo juga melempar kelakar kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

“Ketua PKB ada? Oh, kayaknya PKB yang harus diawasi terus ini,” seloroh Prabowo, yang kemudian disambut gelak tawa para peserta.

Prasetyo menegaskan bahwa seluruh pernyataan tersebut harus dimaknai dalam konteks keakraban dan soliditas antarpartai pendukung pemerintah, bukan sebagai sinyal adanya dinamika politik tertentu dalam koalisi.

Dikutip dari cnnindonesia.com