Erupsi Gunung Semeru Picu Awan Panas Guguran

Erupsi Gunung Semeru Picu Awan Panas Guguran

Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan meluncurkan Awan Panas Guguran (APG) pada Jumat sore, 9 Januari 2026. Material vulkanik tersebut meluncur ke sektor tenggara atau menuju aliran Sungai Besuk Kobokan.

Meski puncak gunung tertutup kabut tebal, rekaman kamera CCTV di lereng Gunung Semeru merekam jelas luncuran awan panas tersebut. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi bahwa kejadian itu berlangsung sejak pukul 15.15 hingga 16.01 WIB.

Jarak Luncur Capai Lima Kilometer

Berdasarkan data seismograf, getaran gempa yang dihasilkan dari aktivitas awan panas guguran tercatat dengan amplitudo maksimum 22 mm. Petugas memperkirakan jarak luncur material panas mencapai sekitar lima kilometer dari puncak.

BPBD Pantau Wilayah Zona Merah

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bupati Lumajang Indah Amperawati menerjunkan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang untuk memantau langsung wilayah yang masuk dalam zona merah.

“Tim dari BPBD sudah kami terjunkan untuk memantau langsung sejumlah wilayah zona merah guna memastikan keselamatan warga,” ujar Indah Amperawati.

Imbauan untuk Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Waspada Ancaman Sekunder

PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya lanjutan berupa awan panas guguran, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Sungai yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungainya.

Dengan status Gunung Semeru yang masih berada pada level Siaga, masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi dari PVMBG dan BPBD setempat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya berikutnya.

Dikutip dari metrotvnews.com