Tanjungpinang – Jasa Raharja menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada masyarakat di Kelurahan Batu IX, Tanjungpinang Timur pada hari Jumat, 13 Februari 2026 di Aula Kelurahan Batu IX. Kegiatan tersebut secara antusias diikuti oleh Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, dan pegawai di Kelurahan Batu IX.
Kegiatan pelatihan PPGD dan BHD ini merupakan hasil kerja sama Jasa Raharja dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Tanjungpinang, dengan menghadirkan narasumber tenaga medis yakni dr. Atika.
Kegiatan dibuka langsung oleh Lurah Batu IX, Rajab Ely. Pelatihan terbilang cukup singkat secara umum mengenalkan tentang keadaan-keadaan darurat yang mungkin dihadapi langsung oleh masyarakat, baik di lingkungan rumah maupun di jalan raya. Dijelaskan oleh dr. Atika, pokok penanganan apabila korban henti nafas atau henti denyut nadi.
“Kalau dirasakan korban henti nafas ataupun henti nadi, perlu pemberian Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau pompa pada dada. Lima menit pertama termasuk dalam kategori “golden minute” untuk bisa menyelamatkan korban, kita sebisa mungkin bantu sampai dengan tenaga medis datang,” jelas dr. Atika.
Tindakan ini dilakukan untuk menyelamatkan korban sekaligus mengurangi fatalitas yang dialami korban, terlebih dalam kasus-kasus kecelakaan di jalan raya. Dalam pelatihan ini masyarakat juga melakukan praktik dan simulasi langsung pemberian RJP dengan menggunakan alat peraga manekin. Selain RJP juga dilakukan praktik untuk mengangkat atau memindahkan korban secara aman.
Jasa Raharja yang menginisiasi program ini telah secara rutin menggelar kegiatan dari satu kelurahan ke kelurahan lainnya. Petugas Jasa Raharja yang hadir, Cynthia Dian, mengatakan bahwa Jasa Raharja menggelar program PPGD terfokus kepada daerah rawan kecelakaan.
“Kelurahan Batu IX ini dilewati Jalan Nusantara juga ya, penghubung Tanjungpinang dan Kijang, salah satu titik rawan kecelakaan di Pulau Bintan. Harapannya bisa sedikit membekali masyarakat jikalau menemui kejadian darurat tersebut, terlebih misalnya warga domisili Kelurahan Batu IX sendiri,” jelas Cynthia.
“Kegiatan ini juga bentuk komitmen kami sebagai pilar keselamatan lalu lintas jalan, untuk turut berperan aktif dalam kasus kecelakaan, baik pra/pencegahan, saat kecelakaan, maupun pasca kecelakaan,” tambah Cynthia.
Selain membekali warga masyarakat dengan keterampilan gawat darurat, kesempatan ini dimanfaatkan Jasa Raharja untuk berdialog dan mengenalkan Jasa Raharja lebih jauh, seperti keterjaminan korban kecelakaan dan proses administrasi pengurusan santunan. Kegiatan ini juga turut mengundang BPJS Kesehatan Tanjungpinang yang diwakili oleh Angga Febrian. BPJS Kesehatan turut diundang untuk menyosialisasikan kecelakaan lalu lintas yang tidak ditanggung Jasa Raharja serta penjaminan umum lainnya.
Harapannya peran aktif dari perangkat RT/RW dan Kelurahan bisa menjadi perpanjangan tangan baik dalam rangka pencegahan kecelakaan, penanganan kegawatdaruratan, maupun prosedur pengurusan santunan di Jasa Raharja. Jasa Raharja dan BKK Kelas I Tanjungpinang berkomitmen untuk terus mendukung berbagai upaya menekan angka kasus kecelakaan, termasuk meminimalisir fatalitas korban kecelakaan di jalan maupun keadaan darurat lainnya.
