Teh Hitam Jadi Alternatif Minuman Penambah Energi

Teh Hitam Jadi Alternatif Minuman Penambah Energi

Teh hitam dinilai dapat menjadi pilihan minuman untuk membantu meningkatkan energi selain kopi. Manfaat teh hitam untuk energi berasal dari kandungan kafein serta zat lain yang mendukung fokus dan suasana hati.

Ahli gizi Kristin Draayer, M.S., RDN, CPT, menyebut teh hitam memiliki kandungan kafein paling tinggi dibanding jenis teh lainnya. Dalam satu cangkir berukuran sekitar 240 mililiter, teh Darjeeling mengandung 26 hingga 44 miligram kafein. Teh Assam berkisar 60 sampai 100 miligram, sementara English Breakfast mengandung sekitar 30 hingga 60 miligram kafein.

Sebagai perbandingan, secangkir kopi umumnya mengandung 90 hingga 120 miligram kafein. Oleh karena itu, teh hitam dapat menjadi alternatif bagi mereka yang ingin meningkatkan energi dengan kadar kafein lebih moderat.

Sebagaimana dikutip dari laman EatingWell, Draayer menyarankan teh hitam diseduh selama tiga hingga lima menit untuk mendapatkan manfaat optimal. Waktu seduh yang lebih lama memang dapat meningkatkan kadar kafein, namun berpotensi membuat rasa teh menjadi lebih pahit.

Kandungan L-theanine dan Antioksidan

Selain kafein, teh hitam mengandung asam amino L-theanine yang membantu tubuh tetap waspada tanpa menimbulkan rasa gelisah berlebihan seperti yang kadang muncul setelah minum kopi. Kombinasi kafein dan L-theanine juga dikaitkan dengan peningkatan daya ingat dan konsentrasi.

Teh hitam juga kaya antioksidan seperti polifenol dan katekin. Ahli gizi Lindsay Fencl, RD, CD, menjelaskan bahwa antioksidan berperan dalam melawan radikal bebas yang dapat memicu berbagai penyakit kronis. Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi teh secara rutin dengan kesehatan jantung yang lebih baik, terutama jika menggantikan minuman tinggi gula.

Tetap Perlu Dibatasi

Meski manfaat teh hitam untuk energi cukup signifikan, konsumsinya tetap perlu dibatasi. Kandungan tanin dalam teh hitam dapat menghambat penyerapan zat besi, khususnya pada individu dengan anemia defisiensi besi. Oleh karena itu, teh sebaiknya dikonsumsi di antara waktu makan, bukan saat makan.

Selain itu, asupan kafein berlebihan dapat menyebabkan gangguan tidur, jantung berdebar, hingga masalah pencernaan. Rekomendasi umum membatasi konsumsi kafein hingga 400 miligram per hari untuk orang dewasa dan 200 miligram per hari bagi ibu hamil.

Selain teh hitam, beberapa jenis teh lain seperti yerba mate, teh hijau, matcha, dan teh putih juga dinilai dapat membantu meningkatkan energi. Namun, setiap jenis memiliki kadar kafein dan kandungan antioksidan yang berbeda.

Ahli mengingatkan bahwa minuman berkafein sebaiknya tidak menjadi satu-satunya solusi mengatasi rasa lelah. Pola makan seimbang, cukup minum air putih, serta istirahat yang memadai tetap menjadi kunci utama menjaga energi sepanjang hari.

Dikutip dari antaranews.com