DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar peringatan malam Nuzulul Quran di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Surabaya. Kegiatan ini diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, selawat Nabi, serta ceramah keagamaan yang mengingatkan kembali peristiwa turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam.
Dalam kegiatan tersebut, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga menyalurkan santunan kepada 500 anak yatim piatu dan 50 janda duafa sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk terus menghidupkan nilai kebinekaan sekaligus menegaskan jati diri partai sebagai partai wong cilik.
Menurutnya, kegiatan berbagi kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui santunan, tetapi juga dengan penyaluran paket sembako yang telah dilakukan di berbagai daerah di Jawa Timur selama Ramadan.
“Intinya adalah yang pertama, kami terus menghidupkan kebinekaan di internal kami dan ke publik dan ke masyarakat. Pada saat yang sama kami menunjukkan jati diri kami bahwa kami itu partai wong cilik, tidak pernah berubah sampai sekarang dari dulu, karena itulah yang menjadi keyakinan kami. Kami ingin bersama anak yatim, bersama para janda, dan kami takjil tiap hari terus-menerus kami lakukan,” kata Said dalam program Top News Metro TV, Jumat, 6 Maret 2026.
Dalam kesempatan yang sama, PDI Perjuangan Jawa Timur juga menyampaikan keprihatinan atas konflik yang terjadi antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Said Abdullah menyatakan penyesalan atas terjadinya konflik tersebut dan menilai bahwa perang tidak akan membawa keuntungan bagi pihak manapun, selain menimbulkan korban dan merenggut nilai-nilai kemanusiaan.
Ia juga menyampaikan dukacita atas korban yang berjatuhan dalam konflik tersebut serta menyerukan agar semua pihak segera mengakhiri perang dan mengedepankan penyelesaian secara damai.
“Kami ikut berdukacita atas meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei karena bagaimanapun ia adalah saudara kami, saudara seagama, dan kami berharap sudahlah akhiri semua ini. Tidak ada perang itu di mana pun yang akan membawa keuntungan bagi siapapun selain membunuh kemanusiaan kita,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, PDI Perjuangan Jawa Timur berharap semangat Nuzulul Quran dapat memperkuat nilai keimanan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial masyarakat di bulan suci Ramadan.
Dikutip dari metrotvnews.com
