Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, meminta pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mengantisipasi momen arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.
Menurut Dini, pemerintah perlu memastikan perlindungan serta penghormatan terhadap pelaksanaan ibadah masing-masing agama. Umat Hindu harus dapat menjalankan Nyepi dengan tenang, sementara umat Muslim tetap dapat melakukan perjalanan mudik dan merayakan Idulfitri dengan nyaman.
“Koordinasi lintas kementerian dan lembaga harus dilakukan sejak awal, terutama dengan Kementerian Perhubungan, kepolisian, pemerintah daerah, serta tokoh-tokoh agama,” kata Dini dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Perlu Pengaturan Waktu Arus Mudik
Dini menilai pemerintah perlu mengatur waktu perjalanan arus mudik selama pelaksanaan Nyepi agar tidak menimbulkan kepadatan atau kebingungan bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan.
Selain itu, masyarakat juga perlu mendapatkan informasi yang jelas terkait waktu pelaksanaan Nyepi, terutama di wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Hindu seperti Bali.
Dengan informasi yang jelas, para pemudik diharapkan dapat mengatur jadwal perjalanan lebih awal sehingga tidak mengganggu pelaksanaan ibadah maupun mobilitas masyarakat.
Pengaturan Transportasi dan Jalur Logistik
Ia juga menekankan pentingnya pengaturan teknis di wilayah yang terdampak langsung oleh perayaan Nyepi. Pengaturan tersebut mencakup operasional transportasi, aktivitas bandara dan pelabuhan, serta jalur logistik.
Langkah tersebut dinilai penting agar pelaksanaan Nyepi tetap berlangsung khidmat tanpa menghambat arus perjalanan masyarakat yang sedang mudik Lebaran.
Momentum Toleransi Antarumat Beragama
Dini meyakini bahwa dengan perencanaan yang matang serta komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, dua perayaan keagamaan tersebut dapat berjalan dengan lancar.
Ia menilai situasi ini justru dapat menjadi contoh nyata toleransi dan kedewasaan bangsa dalam mengelola keberagaman di Indonesia.
“Saya melihat momentum ini justru bisa menjadi contoh toleransi dan kedewasaan bangsa dalam mengelola keberagaman,” ujarnya.
Dikutip dari antaranews.com
