Penyanyi Indonesia Nadhif Basalamah berhasil masuk jajaran musisi internasional yang paling banyak diputar pada tangga lagu global di platform streaming Spotify.
Pencapaian tersebut memperkuat tren meningkatnya popularitas musik pop non-bahasa Inggris di dunia melalui album Laman Berikutnya yang berhasil mencapai satu miliar streams di Spotify.
Informasi tersebut dikonfirmasi Nadhif melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendengar yang telah mendukung karya-karyanya hingga mencapai angka tersebut.
Laporan Spotify yang dikutip dari berbagai media internasional menyebutkan bahwa terdapat lagu dalam 16 bahasa berbeda yang berhasil menembus tangga lagu Global Top 50 sepanjang tahun lalu.
Bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa dalam daftar tersebut bersama bahasa Korea, Spanyol, Arab, Turki, dan Portugis.
Tren musik non-bahasa Inggris meningkat
Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa jumlah lagu non-bahasa Inggris di tangga lagu global meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2020.
Selain karya dari Nadhif Basalamah, daftar lagu yang paling banyak diputar pada pekan lalu juga menampilkan karya dari musisi dunia seperti Bad Bunny dari Puerto Riko dan Tyla dari Afrika Selatan.
Sejumlah musisi lain seperti Tems dari Nigeria, Peso Pluma dari Meksiko, serta anggota BTS yaitu Jung Kook dan Jin juga turut mendominasi daftar tersebut.
Grup K-pop BLACKPINK dan penyanyi Rauw Alejandro juga disebut berkontribusi memperkuat keragaman bahasa di platform streaming musik global.
Industri musik global semakin beragam
Tren musik global mulai bergeser sejak layanan digital menjadi sumber pendapatan terbesar industri musik pada tahun 2017.
Salah satu genre dengan pertumbuhan tercepat adalah Funk Brazil yang mencatat kenaikan sebesar 36 persen dalam lima tahun terakhir.
Sementara itu, genre K-pop mengalami pertumbuhan sebesar 31 persen, diikuti Trap Latin yang meningkat sekitar 29 persen.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa keragaman bahasa tidak lagi menjadi hambatan bagi musik untuk menjangkau pendengar global.
Ke depan, tren ini diprediksi akan terus berkembang sepanjang 2026 melalui berbagai aksi panggung musisi dunia.
Penyanyi Rosalía misalnya, baru saja menampilkan lagu dalam 13 bahasa melalui album hitnya berjudul LUX.
Selain itu, kembalinya BTS melalui tur stadion serta penampilan Bad Bunny di ajang Super Bowl juga diperkirakan akan semakin mendorong popularitas musik non-bahasa Inggris di panggung dunia.
