Data Arus Mudik 2026: Jumlah Kecelakaan di Aceh Turun

Data Arus Mudik 2026: Jumlah Kecelakaan di Aceh Turun

Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Total kejadian lakalantas tercatat sebanyak 47 peristiwa.

Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Kombes Deden Supriyatna Imhar, menyampaikan bahwa angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode Lebaran 2025 yang mencapai 73 kejadian.

“Untuk kejadian kecelakaan lalu lintas sepanjang arus mudik ini mengalami penurunan, syukur alhamdulillah,” ujar Deden dalam jumpa pers terkait mudik Idul Fitri di Banda Aceh, Senin, 30 Maret 2026.

Jumlah kecelakaan menurun dibanding tahun sebelumnya

Deden menjelaskan bahwa pada mudik Lebaran tahun ini jumlah kecelakaan tercatat 47 kasus. Angka tersebut turun cukup signifikan dibandingkan tahun lalu yang mencapai 73 kejadian.

Menurutnya, salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penurunan angka kecelakaan adalah adanya berbagai program mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah dan sejumlah instansi.

Program tersebut dinilai mampu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Tanpa adanya fasilitas mudik gratis, masyarakat cenderung menggunakan kendaraan pribadi yang berpotensi meningkatkan volume kendaraan di jalan serta memicu kemacetan dan kecelakaan.

Program mudik gratis bantu kelancaran arus lalu lintas

Selain mengurangi kepadatan kendaraan, program mudik gratis juga dinilai lebih aman karena armada yang digunakan telah melalui proses pemeriksaan kelayakan.

Pemeriksaan tersebut meliputi kondisi kendaraan serta kesehatan pengemudi sebelum diberangkatkan.

“Apresiasi kami kepada Pemerintah Aceh, khususnya Dinas Perhubungan Aceh yang telah menyelenggarakan mudik gratis. Program ini sangat membantu mengurangi kepadatan arus lalu lintas,” kata Deden.

Korban jiwa justru meningkat

Meski jumlah kecelakaan mengalami penurunan, angka korban jiwa pada Lebaran 2026 justru meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada Lebaran 2025 tercatat sebanyak 15 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Sementara pada tahun ini jumlah korban meninggal mencapai 20 orang.

Menurut Deden, peningkatan fatalitas tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kendaraan yang kehilangan kendali, kecelakaan akibat kecepatan tinggi, serta pengendara yang tidak menggunakan helm.

“Hal ini terjadi karena ada beberapa hal, yaitu adanya out of control (tidak terkendali), kecelakaan lalu lintas fatal yang diakibatkan kecepatan tinggi, kemudian tidak menggunakan helm,” jelasnya.

Beberapa daerah jadi lokasi rawan kecelakaan

Ditlantas Polda Aceh juga mencatat beberapa wilayah dengan tingkat kecelakaan tertinggi selama periode mudik Lebaran 2026.

Wilayah tersebut antara lain Kota Banda Aceh, Aceh Jaya, dan Aceh Timur. Bahkan daerah yang relatif sepi seperti Aceh Tenggara juga mencatat dua korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Deden menambahkan bahwa tingkat kerawanan kecelakaan dapat berubah setiap tahun. Pada 2025 lalu, Aceh Timur tercatat sebagai daerah paling rawan kecelakaan, namun pada tahun ini berada di posisi ketiga setelah Banda Aceh dan Aceh Jaya.

Petugas kepolisian, kata dia, telah ditempatkan di sejumlah titik rawan kecelakaan atau black spot untuk meminimalkan potensi kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran.

“Petugas kami di lapangan sudah berupaya keras untuk menempati posisi-posisi yang dikategorikan sebagai black spot, lokasi-lokasi rawan terjadi kecelakaan lalu lintas,” ujar Deden.

Dikutip dari metrotvnews.com