Prabowo Subianto Kembali ke Jakarta setelah Kunjungan Kerja ke Japan dan South Korea

Prabowo Subianto Kembali ke Jakarta setelah Kunjungan Kerja ke Japan dan South Korea

Presiden Prabowo Subianto telah merampungkan rangkaian lawatan kenegaraannya ke Jepang dan Korea Selatan. Rombongan kepala negara tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis dini hari, 2 April 2026.

Pesawat kepresidenan Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden Prabowo beserta rombongan terbatas mendarat sekitar pukul 00.01 WIB. Rombongan bertolak dari Pangkalan Udara Militer Seongnam di Seoul pada Rabu malam, 1 April 2026.

Kedatangan Presiden disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah pejabat negara. Turut menyambut antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra.

Presiden Prabowo kemudian menyalami satu per satu pejabat yang hadir menyambut kedatangannya. Ia juga menyapa Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, serta Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Edwin Adrian Sumantha.

Setelah berbincang singkat dengan sejumlah pejabat, Presiden Prabowo kemudian meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan kepresidenan Maung Garuda.

Agenda lawatan di Jepang

Presiden Prabowo memulai rangkaian lawatannya di Jepang pada 29 hingga 31 Maret 2026. Di Tokyo, ia melakukan sejumlah agenda penting, termasuk pertemuan dengan Naruhito di Imperial Palace Tokyo.

Selain itu, Presiden Prabowo juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi serta bertemu dengan perwakilan pelaku usaha dari Indonesia dan Jepang.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden turut menyaksikan penandatanganan sejumlah kerja sama strategis antara pelaku usaha kedua negara dengan nilai total mencapai 23,63 miliar dolar AS atau sekitar Rp380 triliun.

Pertemuan bilateral di Korea Selatan

Setelah menyelesaikan agenda di Jepang, Presiden Prabowo melanjutkan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan. Di Seoul, ia melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Blue House pada Rabu pagi waktu setempat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara sepakat meningkatkan kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk ekonomi, pertahanan, serta pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Keduanya juga menyaksikan penandatanganan 10 nota kesepahaman kerja sama. Beberapa di antaranya mencakup pembentukan dialog strategis komprehensif, kerja sama ekonomi 2.0, kemitraan mineral kritis, serta pengembangan teknologi digital.

Selain itu, kerja sama juga meliputi pengembangan kecerdasan buatan untuk sektor kesehatan dan pembangunan manusia, energi bersih, teknologi penangkapan serta penyimpanan karbon, industri pembangkit lepas pantai, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga kerja sama pembiayaan antara Danantara dan Exim Bank of Korea.