Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Pontianak mengingatkan adanya peningkatan potensi banjir rob di wilayah Pontianak dan sekitarnya akibat fase perigee atau jarak terdekat bulan dengan bumi yang bertepatan dengan bulan purnama.
Fenomena ini memicu kenaikan tinggi air laut maksimum di atas prediksi harian. Pengamatan di Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak mencatat ketinggian air laut mencapai 2,7 meter di Pelabuhan Dwikora Pontianak, sehingga menyebabkan luapan air dan genangan di beberapa titik kota.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, Risa, menjelaskan bahwa banjir rob masih berpotensi terjadi hingga satu minggu mendatang. Puncak pasang diperkirakan mencapai 1,8 meter pada 8–10 Desember, sekitar pukul 09.00–11.00 WIB.
BMKG mengimbau masyarakat di kawasan dataran rendah dan tepian sungai agar tetap waspada dan rutin memperbarui informasi resmi cuaca melalui kanal BMKG, termasuk Instagram @infobmkg.maritimkalbar serta layanan WhatsApp Info Cuaca Kalbar.
Banjir rob yang terjadi sejak akhir pekan berdampak pada pemukiman warga di Pontianak Barat. Sebanyak 21 warga dievakuasi, sebagian besar berasal dari kawasan pesisir sungai. Enam di antaranya dipindahkan ke aula Kantor Camat Pontianak Barat, sementara 15 orang lainnya diungsikan ke Masjid Al Amin Jeruju.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan bahwa di antara pengungsi terdapat lansia, anak-anak, dan warga yang sedang sakit. Mereka akan tetap dalam pengungsian hingga kondisi air surut dan rumah dapat kembali dihuni.
Dengan kondisi pasang tinggi yang masih berpotensi bersamaan dengan curah hujan, Pemerintah Kota Pontianak menetapkan status siaga 1. Aparat kecamatan, kelurahan, dan BPBD diperintahkan untuk memonitor kondisi lapangan secara intensif.
Edi menyebutkan bahwa wilayah paling rawan berada di sepanjang bantaran sungai dari kawasan Yuka hingga Jeruju 1. Kondisi ini turut diperburuk oleh pengaruh angin dan ombak. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan kerusakan struktur rumah, hanya genangan yang masuk ke pemukiman.
Dikutip dari antaranews.com
