Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meminta pemerintah mengangkat guru honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN) secara bertahap karena Indonesia dinilai tengah menghadapi kondisi darurat kekurangan guru.
Pernyataan tersebut disampaikan Cucun di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.
Menurut dia, pemerintah daerah saat ini mulai mengalami kesulitan dalam mengangkat kepala sekolah yang harus berstatus ASN karena jumlah guru ASN semakin berkurang akibat banyak yang memasuki masa pensiun.
Cucun mengatakan kondisi tersebut membuat sejumlah kepala sekolah harus merangkap jabatan di dua hingga tiga sekolah sekaligus.
Ia menjelaskan guru berstatus honorer, termasuk PPPK maupun PPPK paruh waktu, belum dapat diangkat menjadi kepala sekolah sehingga kebutuhan tenaga pendidik dan manajerial sekolah semakin mendesak.
Karena itu, DPR RI mendorong pemerintah melakukan pendataan rinci terhadap seluruh guru di berbagai daerah, termasuk wilayah terluar Indonesia.
Menurutnya, data yang akurat diperlukan agar pemerintah dapat menghitung kebutuhan dan kemampuan anggaran untuk pengangkatan guru menjadi PNS secara bertahap.
Cucun menyebut DPR selama ini terus menerima aspirasi dari para guru terkait ketidakjelasan status dan pendataan tenaga pendidik.
Ia menilai persoalan utama yang terjadi selama bertahun-tahun adalah belum adanya data guru yang benar-benar mampu mengakomodasi seluruh tenaga pendidik di Indonesia.
Akibat persoalan pendataan tersebut, banyak guru mengalami keterlambatan sertifikasi dan tidak masuk dalam data penerima insentif.
Cucun menegaskan pemerintah tidak boleh mengabaikan hak-hak guru honorer, baik yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah maupun Kementerian Agama.
Menurut dia, pengangkatan guru honorer menjadi ASN dan PNS merupakan langkah penting untuk mengatasi darurat guru sekaligus memberikan kepastian status dan kesejahteraan tenaga pendidik di Indonesia.
