Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini menilai pengiriman prajurit TNI ke Lebanon untuk menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) harus didukung informasi intelijen yang memadai guna meminimalisir risiko keselamatan personel di lapangan.
Menurut Amelia, keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian dunia merupakan bentuk komitmen negara dalam mendukung stabilitas internasional di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, ia mengingatkan agar keselamatan prajurit tetap menjadi prioritas utama.
“Kami di Komisi I DPR RI mendukung langkah pemerintah terutama Kementerian Pertahanan dan TNI untuk terlibat dalam misi-misi perdamaian dunia yang dilakukan oleh PBB,” kata Amelia di Jakarta, Jumat.
Ia menegaskan jangan sampai kembali terjadi insiden gugurnya prajurit TNI seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu dalam misi perdamaian internasional.
Amelia menilai kesiapan ratusan personel TNI yang akan diberangkatkan ke Lebanon harus dilakukan melalui mitigasi risiko yang matang dan terukur. Persiapan itu mencakup kesiapan personel, dukungan logistik, sistem perlindungan pasukan, hingga skenario evakuasi darurat apabila situasi keamanan di Lebanon memburuk.
Menurut dia, kondisi keamanan di kawasan perbatasan Israel-Lebanon masih sangat fluktuatif sehingga membutuhkan pengawasan dan evaluasi berkala terhadap tingkat ancaman di lapangan.
Ia juga meminta Tentara Nasional Indonesia memastikan seluruh prajurit yang ditugaskan telah dibekali aturan pelibatan atau rules of engagement, prosedur force protection, kemampuan menghadapi serangan asimetris, hingga dukungan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
“Ini penting, karena jangan sampai peristiwa yang beberapa bulan lalu terjadi lagi dan menimpa prajurit kita yang sedang melaksanakan misi perdamaian PBB,” ujarnya.
Sebelumnya, Sugiono menyampaikan Indonesia akan mengirimkan sebanyak 780 prajurit TNI untuk bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon pada 22 Mei 2026.
“Tanggal 22 (Mei 2026) rencananya. (Sebanyak) 780 orang (prajurit TNI berangkat ke UNIFIL),” kata Sugiono usai pernyataan pers bersama Indonesia dan Singapura di Jakarta, Selasa (12/5).
