Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (11/8/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.795 per USD, turun 40 poin atau 0,23 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.755 per USD.
Sementara berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp17.790 per USD. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dengan peluang menguat di kisaran Rp17.700-Rp17.750 per USD.
Sentimen Global Pengaruhi Rupiah
Pergerakan rupiah turut dipengaruhi sejumlah sentimen global. Salah satunya adalah perkembangan kesepakatan Iran dan Oman terkait kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz. Jika jalur pelayaran tersebut kembali dibuka, kekhawatiran terhadap pasokan energi global berpotensi mereda.
Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve juga mulai berkurang setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan pelemahan. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap dolar AS.
Pelaku pasar kini menunggu rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Juli pada Rabu (12/8). Data inflasi tersebut akan menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Di dalam negeri, pasar juga mencermati pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto kepada DPR.
