Dolar AS Melemah terhadap Euro dan Poundsterling

Dolar AS Melemah terhadap Euro dan Poundsterling

Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Senin waktu setempat seiring berkurangnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.

Mengutip Xinhua, Selasa (18/8/2026), indeks dolar yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang utama turun 0,03 persen menjadi 99,636. Euro dan poundsterling masing-masing menguat terhadap dolar AS.

Pelemahan dolar dipengaruhi sejumlah data ekonomi AS yang menunjukkan moderasi inflasi dan perlambatan aktivitas ekonomi. Kondisi tersebut membuat pasar menilai The Fed memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga.

Berdasarkan CME FedWatch, peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada September mencapai sekitar 63 persen, sedangkan peluang kenaikan 25 basis poin berada di sekitar 37 persen.

Pasar kini menantikan risalah rapat FOMC Juli untuk mengetahui pandangan para pejabat The Fed mengenai arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Harga minyak jadi perhatian

Pergerakan dolar juga dipengaruhi kenaikan harga minyak. Brent berjangka menembus USD90 per barel di tengah ketegangan AS dan Iran terkait Selat Hormuz.

Kondisi geopolitik tersebut menjadi perhatian pasar karena berpotensi memengaruhi pasokan dan harga energi global.