Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan pada pembukaan perdagangan Jumat (11/9/2026). IHSG dibuka di level 6.552,792, kemudian anjlok 102,082 poin atau 1,55 persen ke level 6.487,256 hingga pukul 09.26 WIB.
Mengacu data RTI, sebanyak 531 saham emiten melemah, sementara 83 saham menguat dan 111 saham stagnan. Total transaksi tercatat mencapai Rp4,315 triliun dengan volume perdagangan 9,732 miliar saham.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan. Tekanan dipengaruhi kenaikan harga minyak dunia dan meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed.
“Support IHSG di level 6.530-6.570 sedangkan resist IHSG pada level 6.600-6.620,” kata Fanny dalam risetnya.
Sentimen negatif juga datang dari Wall Street. S&P 500 turun 0,58 persen, Nasdaq melemah 0,65 persen, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,60 persen. Kenaikan harga minyak serta data inflasi produsen AS memicu kekhawatiran terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.
Sementara itu, IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup turun 1,33 persen dengan net sell asing sebesar Rp748 miliar. Saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain BBCA, BBRI, ISAT, INDY, dan CPIN.
