Dolar Amerika Serikat Melemah terhadap Sejumlah Mata Uang Utama

Dolar Amerika Serikat Melemah terhadap Sejumlah Mata Uang Utama

Dolar Amerika Serikat (AS) tertekan terhadap enam mata uang utama dunia pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat atau Kamis WIB, 7 Mei 2026. Pelemahan tersebut dipicu meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi tercapainya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran.

Mengutip Xinhua, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia turun 0,43 persen menjadi 98,017.

Pada perdagangan di New York, euro menguat menjadi USD1,1748 dari sebelumnya USD1,1700. Poundsterling Inggris juga naik menjadi USD1,3593 dari USD1,3551 pada sesi sebelumnya.

Sementara itu, dolar AS melemah terhadap yen Jepang menjadi 156,45 yen dari sebelumnya 157,88 yen. Mata uang AS juga turun terhadap franc Swiss menjadi 0,7790 franc Swiss dari 0,7827 franc Swiss.

Di sisi lain, dolar AS justru menguat tipis terhadap dolar Kanada menjadi 1,3636 dolar Kanada dari sebelumnya 1,3618 dolar Kanada. Namun terhadap krona Swedia, dolar AS kembali melemah menjadi 9,2339 krona Swedia dari 9,2598 krona Swedia.

Sentimen pelemahan dolar AS dipengaruhi meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko seperti saham, sehingga permintaan terhadap aset safe haven mulai menurun.

Mengutip Investing.com, optimisme pasar muncul setelah laporan Axios menyebut Gedung Putih dan Iran hampir mencapai kesepakatan terkait nota kesepahaman satu halaman guna mengakhiri konflik yang berlangsung.

Dokumen tersebut disebut akan menjadi dasar kerangka kerja negosiasi nuklir yang lebih rinci antara kedua negara. Washington juga dikabarkan menunggu tanggapan Teheran terhadap sejumlah poin penting dalam waktu 48 jam ke depan.

Kesepakatan potensial itu mencakup komitmen Iran untuk melakukan moratorium pengayaan nuklir. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat disebut akan mencabut sanksi ekonomi dan membuka akses terhadap miliaran dolar dana Iran yang selama ini dibekukan.

Selain itu, jalur distribusi minyak dunia di Selat Hormuz yang sempat ditutup juga direncanakan kembali dibuka untuk aktivitas pelayaran internasional.

Wall Street Journal turut melaporkan proposal tersebut berisi 14 poin dengan waktu pembahasan selama satu bulan guna mencapai penyelesaian perang secara menyeluruh.