Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka melemah pada perdagangan Jumat (24/4/2026), dipengaruhi tekanan global dari tingginya harga minyak mentah dan meningkatnya ketegangan geopolitik.
IHSG tercatat turun tipis 0,53 poin atau 0,01 persen ke level 7.378,07. Sementara itu, indeks saham unggulan Indeks LQ45 juga melemah 1,51 poin atau 0,10 persen ke posisi 715,75.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek.
“IHSG diperkirakan melanjutkan pelemahan dan berpotensi menguji level 7.300,” ujarnya.
Dari faktor eksternal, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat, terutama terkait aktivitas militer di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi global.
Meski Presiden Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata, situasi tetap memanas akibat blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dan memperpanjang tekanan terhadap harga minyak dunia.
Harga minyak mentah global jenis Brent tercatat berada di level USD105,93 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) di level USD96,57 per barel.
Dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp17.300 per dolar AS juga menjadi sentimen negatif bagi pasar saham. Tekanan ini meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi inflasi serta pelebaran defisit anggaran.
Meski demikian, kinerja positif sejumlah emiten besar (big caps) pada laporan keuangan kuartalan membantu menahan pelemahan IHSG agar tidak lebih dalam.
Di pasar global, bursa saham Eropa mayoritas ditutup melemah, seperti indeks Euro Stoxx 50, FTSE 100 Inggris, dan DAX Jerman. Sementara itu, di Wall Street, indeks Nasdaq, S&P 500, dan Dow Jones juga kompak mengalami penurunan.
Adapun bursa saham Asia pagi ini bergerak variatif, dengan indeks Nikkei menguat, sementara Hang Seng, Shanghai, dan Strait Times cenderung melemah.
Kondisi ini menunjukkan pasar global masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan tekanan harga komoditas, yang turut memengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
