Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah dan bergerak di zona merah pada awal perdagangan Kamis, 24 September 2026. Pada pembukaan sesi pertama, IHSG susut 9,93 poin atau 0,16 persen ke posisi 6.364,976, sementara indeks saham unggulan LQ45 turun 2,55 poin atau 0,40 persen ke level 630,63.
Mengutip data RTI hingga pukul 09.15 WIB, laju ihsg melemah pagi ini semakin dalam menjadi 19,584 poin atau 0,31 persen ke level 6.355,328. Sepanjang sesi awal ini, indeks bergerak dalam rentang level terendah 6.331 hingga level tertinggi 6.368.
Statistik Perdagangan Saham Pagi Ini
Pergerakan bursa domestik pada awal sesi perdagangan hari ini mencatatkan statistik transaksi sebagai berikut:
- Saham Menguat: 213 saham
- Saham Melemah: 304 saham
- Saham Stagnan: 184 saham
- Total Nilai Transaksi: Rp1,275 triliun
- Volume Saham Ditransaksikan: 3,517 miliar lembar saham
- Kapitalisasi Pasar: Rp11.141,043 triliun
Terseret Runtuhnya Wall Street dan Lonjakan Yield AS
Tekanan terhadap bursa domestik terjadi sejalan dengan rontoknya bursa Wall Street pada perdagangan semalam. Indeks Dow Jones melemah 0,68 persen, S&P 500 turun 0,75 persen, dan Nasdaq terkoreksi paling dalam hingga 1,13 persen.
Pelemahan bursa global tersebut dipicu oleh rilis data PMI manufaktur dan jasa Amerika Serikat yang ternyata lebih kuat dari ekspektasi pasar, sehingga memantik kembali kekhawatiran inflasi. Kondisi ini mendorong imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun melonjak ke kisaran 5,13 persen, yang merupakan rekor tertinggi sejak 2007.
Kenaikan yield memicu spekulasi investor bahwa The Fed masih berpeluang mengerek suku bunga acuan pada Oktober mendatang. Hal ini secara langsung memberi tekanan jual yang masif, terutama pada saham-saham sektor teknologi yang bervaluasi tinggi.
Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini
Pada perdagangan Rabu (23/9) kemarin, IHSG sebenarnya sempat ditutup menguat 1,56 persen ke level 6.374,91. Penguatan tersebut didorong oleh keputusan Bank Indonesia yang menahan BI Rate di 5,75 persen, serta meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Meski demikian, pergerakan positif itu masih dibayangi oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp461,35 miliar, yang mengindikasikan kenaikan kemarin lebih berupa technical rebound.
Mencermati dinamika sentimen domestik dan global yang saling tarik-menarik, tim analis FAC Sekuritas memproyeksikan laju indeks hari ini belum akan sepenuhnya stabil.
“Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed dengan adanya ruang penguatan terbatas,” tulis FAC Sekuritas dalam riset hariannya.
