Investasi Emas Menguat: Harga Naik Lebih dari 60% pada 2025

Investasi Emas Menguat: Harga Naik Lebih dari 60% pada 2025

Harga emas bervariasi pada Rabu, 31 Desember 2025, di hari perdagangan terakhir tahun ini. Emas diperkirakan akan mengakhiri tahun dengan kenaikan lebih dari 60 persen karena pelonggaran suku bunga AS, pembelian oleh bank sentral, dan risiko geopolitik yang memicu permintaan emas batangan.

Dikutip dari Investing.com pada 1 Januari 2026, harga emas spot naik 0,1 persen menjadi USD4.343,24 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS turun 0,7 persen menjadi USD4.357,80. Emas sempat mencapai rekor tertinggi USD4.549,71 per ons di awal pekan, dan diperkirakan mencatat kenaikan tahunan 64 persen, kenaikan terbesar sejak 1979.

Pelonggaran Kebijakan Fed dan Pembelian oleh Bank Sentral

Emas menjadi aset unggulan pada 2025, didukung oleh pergeseran kebijakan moneter Federal Reserve (Fed). Bank sentral AS memangkas suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang tahun, menurunkan biaya peluang memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil dan meningkatkan daya tarik emas.

Pasar juga memperkirakan penurunan suku bunga lebih lanjut pada 2026, memperkuat sentimen bullish. Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral memberikan dukungan utama lainnya, dengan beberapa negara pasar berkembang menambah cadangan emas mereka sebagai strategi diversifikasi dari dolar AS.

Ketegangan geopolitik yang terus-menerus, termasuk konflik di Eropa Timur dan Timur Tengah, turut mendukung permintaan emas sebagai aset safe-haven sepanjang tahun.

Perak dan Platinum Mencatat Kenaikan Lebih Dari 100 Persen

Logam mulia lainnya mencatatkan kenaikan yang lebih dramatis. Harga perak melonjak hampir 150 persen pada 2025, didorong oleh perannya sebagai logam moneter dan peningkatan tajam permintaan industri.

Permintaan kuat dari sektor energi surya, kendaraan listrik, elektronik, dan pusat data memperketat pasokan, sementara pembelian spekulatif memperkuat kenaikan harga di pasar yang relatif kecil.

Platinum juga mengalami tahun yang luar biasa, naik lebih dari 110 persen karena kendala pasokan dan meningkatnya permintaan. Produksi tambang yang terbatas dan kurangnya investasi selama bertahun-tahun membuat pasar platinum rentan terhadap fluktuasi harga yang tajam ketika permintaan meningkat.

Pergerakan Terakhir Harga Logam Mulia

Perak terakhir diperdagangkan 4,1 persen lebih rendah pada USD73,18 per ons, sementara platinum turun 5,7 persen menjadi USD2.056,19 per ons. Kontrak berjangka tembaga AS juga turun 1,9 persen menjadi USD5,67 per pon.

Meskipun sedikit menurun dari level tertinggi baru-baru ini, logam mulia secara umum mengungguli sebagian besar kelas aset pada 2025. Arus masuk dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) dan investasi ritel yang kuat semakin memperkuat reli, terutama selama periode tekanan pasar yang tinggi.

Dikutip dari metrotvnews.com