Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi peningkatan ketinggian air laut maksimum di sejumlah wilayah pesisir Bali. Fenomena pasang air laut tersebut diprediksi berlangsung selama sepekan, mulai Senin, 2 Maret hingga Senin, 9 Maret 2026.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa peningkatan ketinggian air laut dipicu oleh dua fenomena astronomis, yakni fase Perigee yang terjadi pada 25 Februari dan fase Bulan Purnama pada 3 Maret 2026.
“Adanya fenomena Fase Perigee pada tanggal 25 Februari dan Bulan Purnama pada 3 Maret 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di beberapa wilayah pesisir Bali,” ujar Cahyo Nugroho dalam keterangannya, Minggu, 1 Maret 2026.
Sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami pasang maksimum meliputi pesisir Selatan Kabupaten Tabanan, pesisir Kabupaten Badung, pesisir Kota Denpasar, pesisir Kabupaten Gianyar, serta pesisir Selatan Kabupaten Klungkung.
Menurut Cahyo, potensi banjir pesisir atau rob memiliki waktu kejadian yang berbeda-beda di tiap wilayah, baik dari sisi hari maupun jam. Secara umum, dampaknya dapat dirasakan pada berbagai aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan dan pesisir.
“Potensi banjir pesisir (rob) ini berbeda waktu (hari dan jam) di tiap wilayah, yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di permukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat,” jelasnya.
Terkait potensi pasang maksimum air laut tersebut, BBMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan siaga guna mengantisipasi dampak yang mungkin timbul. Warga juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca maritim terbaru yang dikeluarkan oleh BBMKG Wilayah III Denpasar.
Dikutip dari metrotvnews.com
