Akses Jembatan Jalan Kampung Kramat di RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, kini dibatasi hanya untuk kendaraan roda dua. Kebijakan ini diambil menyusul kondisi jembatan yang mengalami ambles dan dikhawatirkan semakin membahayakan jika tetap dilintasi kendaraan roda empat.
Camat Cipayung, Diman, mengatakan kendaraan roda empat untuk sementara dilarang melintas karena dinilai dapat membebani konstruksi jembatan yang sudah melemah.
“Untuk kendaraan roda empat masih dilarang melintas di lokasi karena dinilai terlalu membebani konstruksi jembatan,” ujar Diman, Rabu (4/3/2026).
Turap Ambles, Risiko Kerusakan Bertambah
Menurut Diman, turap di sekitar jembatan mengalami ambles sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan. Jika kendaraan roda empat tetap melintas, kerusakan dikhawatirkan akan semakin parah.
Sebagai langkah cepat penanganan sementara, pihak kecamatan memasang pelat baja berukuran sekitar 2×3 meter dengan lebar dua meter. Pelat tersebut difungsikan agar sepeda motor tetap dapat melintas dengan aman.
Bagian tepi pelat baja juga telah diaspal untuk mencegah pergeseran saat dilalui kendaraan roda dua. Kebijakan ini diterapkan sambil menunggu penanganan permanen dari Suku Dinas Bina Marga bersama pemangku kepentingan terkait.
Antisipasi Kemacetan di Jalur Alternatif
Sebelumnya, penutupan total jalan sempat memicu kepadatan kendaraan di sejumlah ruas alternatif, seperti Jalan Sumir dan Jalan PLN. Dengan dibukanya akses terbatas untuk sepeda motor, diharapkan beban lalu lintas di sekitar lokasi dapat berkurang.
“Saat jalan ini ditutup, terjadi kepadatan kendaraan di ruas jalan alternatif. Mudah-mudahan dengan motor sudah bisa lewat, kepadatan bisa terurai,” kata Diman.
Ke depan, jalur sempit di sekitar lokasi juga direncanakan dipasangi pelat baja tambahan agar kendaraan roda dua, termasuk pengendara dari arah Bekasi, tetap memiliki akses melintas secara bergantian.
Diman menegaskan pembatasan ini bersifat sementara hingga perbaikan turap dan badan jalan dilakukan secara menyeluruh. Warga diimbau mematuhi aturan demi keselamatan bersama, khususnya bagi pengendara roda empat untuk menggunakan jalur alternatif selama proses perbaikan berlangsung.
Dengan langkah antisipatif ini, pemerintah kecamatan berharap stabilitas konstruksi jembatan tetap terjaga sekaligus meminimalkan gangguan mobilitas warga hingga perbaikan permanen selesai dilaksanakan.
Dikutip dari metrotvnews.com
