Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia: Stabilnya Harga BBM Cerminkan Kesiapan Prabowo Subianto Hadapi Dinamika Global

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia: Stabilnya Harga BBM Cerminkan Kesiapan Prabowo Subianto Hadapi Dinamika Global

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menilai kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi bukti kesiapan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi dinamika geopolitik global.

Menurut Andre, di tengah ketidakpastian global, banyak negara telah menaikkan harga BBM. Namun Indonesia tetap mempertahankan kebijakan stabilitas harga untuk melindungi masyarakat.

“Sudah ada 85 negara di dunia, termasuk tujuh negara di Asia Tenggara yang menaikkan harga BBM. Tetapi Indonesia tetap dengan kebijakannya yakni tidak menaikkan harga BBM,” kata Andre di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM di dalam negeri.

“Jadi masyarakat tidak usah khawatir, tidak usah antre BBM di SPBU karena pertama BBM-nya tidak ada kenaikan dan yang kedua stoknya aman,” ujarnya.

Stok BBM dipastikan aman

Sebagai komisi yang bermitra dengan Pertamina, Komisi VI DPR RI terus melakukan koordinasi untuk memastikan pasokan BBM tetap aman di seluruh wilayah Indonesia.

Andre mengatakan hingga saat ini ketersediaan stok BBM nasional masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, ia menyebut pemerintah juga belum mengeluarkan kebijakan pembatasan pembelian BBM oleh masyarakat. Meski demikian, ia mengaku sempat mendengar wacana tersebut sebagai bagian dari upaya efisiensi penggunaan energi.

“Kita tunggu skemanya nanti antara pemerintah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan Pertamina. Yang jelas kami di DPR tentu mendukung langkah pemerintah,” katanya.

Pemerintah pastikan harga BBM tetap stabil

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah memastikan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, tidak mengalami kenaikan.

Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan koordinasi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Pertamina, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi,” ujar Prasetyo.

Dikutip dari antaranews.com