Hadirkan 55 Peserta, Jasa Raharja Sulsel Gelar Diklat bagi Awak Angkutan, PPGD, dan Layanan Kesehatan Gratis

Hadirkan 55 Peserta, Jasa Raharja Sulsel Gelar Diklat bagi Awak Angkutan, PPGD, dan Layanan Kesehatan Gratis

Makassar – Komitmen dalam menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan raya terus digelorakan. PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sulawesi Selatan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Awak Angkutan dengan tema “Membangun Budaya Keselamatan Transportasi untuk Menekan Angka Kecelakaan dan Fatalitas Korban” di Hotel Grand Puri, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, pada Rabu (14/10/2026).

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan utama sektor transportasi, di antaranya Subdit Kamsel Ditlantas Polda Sulsel, Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, BPTD Sulsel, pengurus Organda DPD dan DPC, serta pakar transportasi sekaligus Guru Besar Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (UMI). Tercatat sebanyak 55 peserta dari 18 Perusahaan Otobus (PO) di Kota Makassar antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir.

Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Bagian Operasional Jasa Raharja Sulsel, Panji Wiratama. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran aktif para awak angkutan dalam mewujudkan perjalanan yang aman dan berkeselamatan bagi masyarakat.

“Kami berharap melalui pelatihan ini, para awak angkutan tidak hanya memahami aspek teknis berkendara, tetapi juga mampu menanamkan kesadaran penuh bahwa keselamatan adalah kebutuhan utama yang harus dijunjung tinggi demi menekan angka fatalitas korban di jalan raya,” ujar Panji.

Selain mendapatkan pembekalan materi mendalam mengenai keselamatan berlalu lintas, para peserta juga memperoleh fasilitas kesehatan secara gratis. Jasa Raharja menghadirkan layanan Mobile Unit Keselamatan Lalu Lintas (MUKL) dan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi seluruh awak angkutan yang hadir.

Melalui penyelenggaraan kegiatan edukatif ini, Jasa Raharja Sulsel berharap sinergi lintas instansi dan awak angkutan semakin kuat. Langkah preventif ini diyakini mampu memperkokoh budaya keselamatan berlalu lintas secara berkelanjutan, sehingga risiko kecelakaan serta fatalitas korban di wilayah Sulawesi Selatan dapat terus ditekan secara signifikan.