Indeks Harga Saham Gabungan Dibuka di Posisi 5.910

Indeks Harga Saham Gabungan Dibuka di Posisi 5.910

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada awal perdagangan Jumat (10/7/2026), meski sempat menguat sesaat setelah pembukaan. Pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen global, termasuk perkembangan konflik di Timur Tengah, pergerakan nilai tukar rupiah, serta arus dana investor asing.

Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.11 WIB, IHSG terkoreksi 2,167 poin atau 0,04 persen ke level 5.910,275. Sebelumnya, indeks dibuka di posisi 5.936,037 dan sempat bergerak menguat sebelum berbalik melemah.

Pada perdagangan pagi ini, sebanyak 316 saham tercatat menguat, 163 saham melemah, dan 208 saham lainnya bergerak stagnan.

Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp1,158 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 2,045 miliar saham.

IHSG Berpeluang Menguji Resistance

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memperkirakan IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance di kisaran 5.950 hingga 6.050.

Namun, ia mengingatkan pelaku pasar agar tetap berhati-hati karena indeks masih rentan mengalami koreksi apabila belum mampu menembus level 6.050.

“Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah rupiah yang telah menembus Rp18.100. Diperkirakan support IHSG berada di kisaran 5.800–5.870 dan resistance di level 5.970–6.050,” ujar Fanny dalam riset hariannya.

Sentimen Global Masih Mendominasi

Dari pasar global, indeks-indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Penguatan dipimpin oleh saham-saham sektor semikonduktor serta pelemahan harga minyak di tengah kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Indeks Nasdaq Composite mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,30 persen, diikuti S&P 500 yang menguat 0,81 persen dan Dow Jones Industrial Average naik 0,27 persen.

Sementara itu, mayoritas bursa saham Asia juga ditutup di zona hijau. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 1,4 persen, TOPIX naik 0,4 persen, Kospi Korea Selatan bertambah 0,62 persen, dan Kosdaq melonjak 1,15 persen.

Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong turun 0,70 persen, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,26 persen, sedangkan Taiex Taiwan terkoreksi 0,83 persen.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG berhasil ditutup menguat 0,67 persen. Meski demikian, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp674 miliar.

Sejumlah saham yang menjadi incaran aksi jual investor asing antara lain MAPI, BBRI, BRMS, AMMN, dan CPIN.